Rabat, Senin (20/09/2026) PCINU Maroko menyelenggarakan Orientasi Pelajar Baru (Opaba) tahun 2026. Kegiatan Opaba ini berlangsung mulai dari tanggal 20-26 September 2026 yang terpusat di dua kota, yaitu Rabat dan Fes. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan PCINU Maroko untuk menyambut kedatangan pelajar baru delegasi PBNU sekaligus mendampingi, membimbing, dan membantu mereka dalam persiapan muqobalah. Opaba ini terdiri dari beberapa kegiatan, mulai dari pembukaan, simulasi, dan tes muqobalah di Kota Fes, hingga pelepasan pelajar baru ke kota masing-masing.
Kedatangan dan Pembukaan
Kegiatan Pembukaan Opaba merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sebagai bentuk pengenalan awal kepada anggota baru mengenai keberadaan, struktur, nilai, visi, misi, serta berbagai aktivitas yang terdapat di lingkungan PCINU Maroko. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi, budaya organisasi, serta nilai-nilai ke-NU-an kepada para anggota baru yang berada di Maroko. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat PPI Maroko, pada pukul 09.30-12.30 GMT+0 (21/09/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30 peserta, yang terdiri dari peserta baru yang berjumlah 15 orang, panitia pelaksana, sebagian pengurus PCINU Maroko, serta Rais Syuriyah beserta sebagian jajarannya. Acara berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan susunan acara yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Adapun rangkaian kegiatan Pembukaan Opaba meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Panitia Opaba, sambutan dari Ketua PCINU Maroko, sambutan dari Ketua PCI Fatayat NU Maroko, sambutan dari Rais Syuriyah, sambutan dari ketua PPI Maroko diwakili oleh wakilnya, penyampaian Materi Ke NU-an, sosialisasi Kepengurusan PCINU Maroko, sosialisasi Kepengurusan PCI Fatayat NU Maroko, serta ditutup dengan dokumentasi dan doa.
Dalam sambutannya, Lora Cholil, Rais Syuriyah, menyampaikan bahwa Opaba diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan NU di Maroko, membangun hubungan antar sesama mahasiswa dan anggota, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam berorganisasi. Para peserta juga diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, aktif, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Ra Cholil juga menjelaskan إذا كنت في المغرب فلا تستغرب artinya jika kamu datang ke Maghrib (Maroko) janganlah merasa asing.
Setelah seluruh rangkaian pembukaan selesai dilaksanakan, kegiatan Opaba 2026 dinyatakan resmi dibuka dan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal serta ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia.
Setelah dilaksanakannya Pembukaan Opaba PCINU Maroko kegiatan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian agenda yang telah disusun oleh panitia. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pengenalan, pembekalan, serta pemberian pengalaman kepada para peserta mengenai kehidupan akademik, organisasi, diplomasi, sejarah, kebudayaan, dan lingkungan masyarakat di Maroko. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap di beberapa lokasi, dengan tetap mengedepankan nilai edukasi, kebersamaan, dan pengenalan terhadap lingkungan baru para peserta.
Pada hari pertama setelah pembukaan, kegiatan Opaba dilanjutkan dengan simulasi muqobalah yang ditujukan untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai proses seleksi atau wawancara yang akan mereka hadapi. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung bagaimana menghadapi proses muqobalah, mulai dari cara memperkenalkan diri, menyampaikan latar belakang pendidikan, menjelaskan motivasi melanjutkan studi di Maroko, hingga menjawab berbagai pertanyaan yang kemungkinan diberikan oleh pewawancara.

Muqobalah dan Ziarah di Fes
Pada hari kedua, peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengikuti muqobalah di kota Fes, tepatnya di Madrasah Fatimah Fihriyyah. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Opaba karena memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta untuk mengikuti proses muqobalah dalam situasi yang sebenarnya.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan proses muqobalah, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Madinah Qadimah Fes. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu kawasan bersejarah yang menjadi bagian penting dari perkembangan kota Fes. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan berbagai peninggalan yang terdapat di kawasan tersebut.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Dharih Ibnu Ajrum dan Syekh Ahmad at-Tijani. Kegiatan ziarah tersebut menjadi bagian dari pengenalan peserta terhadap tradisi keilmuan dan spiritual yang berkembang di Maroko. Selain itu, peserta juga mengunjungi Bab Futuh, salah satu gerbang bersejarah di kawasan Madinah Qadimah Fes, serta Masjid Al-Qarawiyyin. Melalui kunjungan tersebut, peserta tidak hanya melihat secara langsung berbagai situs bersejarah, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai perjalanan panjang perkembangan ilmu pengetahuan, keislaman, dan kebudayaan di kota Fes.


Audiensi ke KBRI
Pada hari terakhir, rangkaian Opaba dilanjutkan dengan audiensi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting bagi peserta sebagai bagian dari pengenalan terhadap peran dan fungsi perwakilan diplomatik Republik Indonesia di Maroko.
Dalam kegiatan audiensi tersebut, para peserta berkesempatan untuk bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko beserta jajaran KBRI Rabat. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan Indonesia dan Maroko, peran KBRI dalam memberikan pelayanan kepada warga negara Indonesia di Maroko, serta berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa Indonesia selama berada di luar negeri.
Selain audiensi, peserta juga melaksanakan lapor diri kepada KBRI Rabat sebagai bagian dari proses pendataan dan pengenalan keberadaan mahasiswa Indonesia yang baru tiba di Maroko. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjalin komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia selama menjalani masa studi di Maroko.
Setelah kegiatan audiensi dan lapor diri selesai, peserta melanjutkan agenda dengan mengunjungi kawasan Madinah Qadimah Rabat. Di kawasan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai sejarah Kota Rabat serta berbagai peninggalan yang masih dapat ditemui hingga saat ini.
Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari kunjungan adalah Kasbah Oudaya. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah kawasan tersebut, termasuk latar belakang terbentuknya Kasbah Oudaya serta alasan di balik karakteristik dan bentuk bangunan yang terdapat di dalamnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Tour Hassan, salah satu situs bersejarah yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Rabat. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan Tour Hassan, latar belakang keberadaannya, serta kedudukannya sebagai salah satu peninggalan bersejarah di Maroko.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan kunjungan dan pembelajaran selesai dilaksanakan, kegiatan Opaba pada hari ketiga ditutup dengan evaluasi bersama. Evaluasi dilakukan untuk meninjau pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan sekaligus memberikan ruang kepada peserta dan panitia untuk menyampaikan pengalaman selama mengikuti Opaba.
Dalam sesi tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Peserta dapat menyampaikan berbagai pengalaman yang diperoleh, hal-hal yang dirasakan bermanfaat, maupun masukan yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan pada masa mendatang.
Evaluasi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara peserta, panitia, dan pihak-pihak yang terlibat selama pelaksanaan Opaba. Melalui rangkaian kegiatan yang telah dilalui, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses akademik dan kehidupan di Maroko, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai sejarah, kebudayaan, tradisi keislaman, hubungan Indonesia-Maroko, serta kehidupan masyarakat Indonesia di Maroko.
Pada Kamis (24/09/2026) Kegiatan Opaba resmi berakhir yang bertepatan dengan acara harlah PCINU Maroko yang ke-15. Alhamdulillah semua pelajar baru yang mengikuti muqobalah semuanya lulus dan diterima di beberapa kampus Maroko dengan rincian 2 pelajar di kota Oujda pada tingkat nihai dan 13 pelajar di kota Kenitra pada tingkat tsanawi.
Liputan oleh: LTNNU Maroko
Ikuti kegiatan kami melalui instagram @pcinumaroko

