PCINU Maroko Rayakan Harlah ke-15: Perkuat Khidmah, Luaskan Manfaat

Rabat, 24 September 2026—PCINU Maroko menggelar Harlah ke-15 sekaligus menutup rangkaian kegiatan Opaba (Orientasi Pelajar Baru) jalur PBNU yang telah berlangsung sejak awal kedatangan di Kota Rabat pada hari Minggu. Acara tersebut berlangsung di Sekretariat PPI Maroko, Rabat, dan dihadiri oleh keluarga besar PCINU Maroko, jajaran Mustasyar, Syuriyah PCINU Maroko, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko, serta Ketua PCI Fatayat NU Maroko bersama sejumlah pengurus dan warga Nahdlatul Ulama di Maroko.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari proses penyambutan dan pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama di Maroko. Sementara itu, Harlah ke-15 menjadi momentum bagi PCINU Maroko untuk mengenang perjalanan organisasi sekaligus menelusuri kiat kiat usaha para pendahulu yang telah membangun dan menjaga eksistensi NU di Maroko.

PCINU Maroko telah berdiri sejak tahun 2011 dan sejak awal keberadaannya menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa dan warga Indonesia di Maroko, khususnya mereka yang memiliki latar belakang dan keterikatan dengan Nahdlatul Ulama. Keberadaan organisasi ini tidak terlepas dari kiprah para mahasiswa dan alumni kader NU dalam membangun ruang komunikasi, silaturahmi, serta berbagai aktivitas keorganisasian dan keilmuan selama berada di Maroko.

Dengan perjalanan yang telah mencapai 15 tahun, Harlah tahun ini juga menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah dan nilai-nilai perjuangan organisasi kepada generasi mahasiswa baru. Karena itu, rangkaian Harlah yang dirangkaikan dengan penutupan Opaba tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan perjalanan organisasi kepada generasi penerus Nahdlatul Ulama di Maroko.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko, Ahmad Fauzi Nabil, Lc., menyampaikan bahwa PCINU Maroko tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya warga NU, tetapi juga ruang untuk mengasah kompetensi, mengembangkan pengalaman, serta mempersiapkan bekal khidmah bagi para nahdiyin ketika kembali ke Indonesia. Ia mengajak seluruh warga NU di Maroko untuk turut menghidupkan organisasi melalui berbagai bentuk kontribusi, termasuk keterlibatan dalam kepanitiaan dan kegiatan PCINU Maroko, sehingga keberadaan organisasi dapat memberikan kemanfaatan bagi nahdliyin dan masyarakat secara lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Prabowo Wiratmoko Jati, salah satu Mustasyar PCINU Maroko, mengulas kembali kondisi awal keberadaan NU di Maroko serta berbagai perkembangannya hingga saat ini. Kilas balik tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan PCINU Maroko selama 15 tahun tidak terlepas dari kontribusi dan perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi organisasi di Maroko.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan PCINU Maroko selama 15 tahun, yang dilanjutkan dengan doa bersama untuk keberlanjutan perjuangan dan khidmah Nahdlatul Ulama di Maroko serta kemanfaatan bagi seluruh warga nahdiyin. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian Harlah ke-15 PCINU Maroko dan Opaba jalur PBNU 2026.

Ikuti kegiatan kami lewat instagram @pcinumaroko

Simak berita terbaru kami,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *