PCINU Maroko Gelar Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional 2026

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCINU Maroko berkolaborasi dengan PCI Fatayat NU Maroko sukses menyelenggarakan acara bertaraf Internasional, yaitu Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2026.

Mengusung skala Internasional, musabaqah ini dirancang untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi para santri dari berbagai negara. Selain mempertemukan peserta dengan latar belakang keilmuan dan budaya yang beragam, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun jejaring keilmuan lintas negara.

Perlombaan dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya, dengan masa pendaftaran berlangsung pada 17-24 Oktober 2026. Adapun peserta yang dapat mengikuti perlombaan ini pada rentan usia 15-25 tahun. Menariknya, partisipasi dalam musabaqah ini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, seperti di Maroko, Mesir, Yaman, Tunisia, dan beberapa negara lainnya. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, panitia menetapkan kuota sebanyak 88 peserta setelah memenuhi syarat dan ketentuan peserta.

Setelah pendaftaran ditutup, proses perlombaan dimulai dari technical meeting tanggal 27 Oktober 2026. dilanjutkan dengan babak penyisihan pada 29 Oktober 2026. Dari 88 peserta yang mengikuti tahap penyisihan, sebanyak 12 peserta berhasil memenuhi kriteria penilaian dan terpilih untuk melanjutkan ke babak final yang diselenggarakan pada 1 November 2026 yang sekaligus menjadi penutup rangkaian Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional.

Melalui dukungan sejumlah media partner, syiar kegiatan ini dapat menjangkau khalayak yang lebih luas baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Panitia bekerja sama dengan beberapa media, di antaranya NU Online, Santrinesia, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya. Tak lupa juga di beberapa PCINU dan PCI Fatayat NU negara lain, mulai dari PCINU Mesir, Yaman, Yordania, Tunisia, Suriah, Turki, Lebanon, Qatar, Pakistan, hingga PCINU Belanda.

Sebagai penutup rangkaian acara, pada 1 November 2026 diadakan pertemuan via Zoom yang terbuka untuk masyarakat umum. Acara diawali dengan sambutan dari saudara Muhammad Ghurril Muhajjalin sebagai Ketua Pelaksana Hari Santri Nasional PCINU Maroko. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, sekaligus memberikan pesan dan motivasi kepada para peserta agar senantiasa semangat belajar, memperdalam ilmu serta mengembangkan potensi diri. Tak lupa di akhir, diumumkan tiga nama juara hasil penilaian:

Juara 1: Muhammad Selamet Ainur Rizqi (Ma’had Aly KH. Maimoen Zubair, Rembang)
Juara 2: Ahmad Rifki Al-Qusyairi (Tangerang, Banten)
Juara 3: Abdur Rokhim (Pondok Pesantren Darut Tauhid Al-Alawi, Tuban, Jawa Timur)

Dengan terselenggaranya kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional, diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan tradisi intelektual pesantren. Sebab, mempelajari kitab turas bukan sekadar mempertahankan warisan keilmuan masa lalu, melainkan juga merawat nilai-nilai keilmuan yang tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman.

Liputan oleh: LTNNU Maroko

Ikuti kegiatan kami lewat instagram @pcinumaroko

Tonton siaran ulang lengkapnya di Penutupan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional

Simak artikel terbaru kami,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *