PCINU Maroko dan PCI Fatayat NU Maroko sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis) VIII PCINU Maroko dan Konfercabis III PCI Fatayat NU Maroko pada Rabu–Jumat, 15–17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertempat di Auditorium Institut Dar El-Hadith El Hassania, Rabat, Maroko.
Sebelum pelaksanaan Konfercabis, telah diselenggarakan rangkaian pra-Konfercabis yang meliputi Bahtsul Masail pada Kamis, 9 Juli 2026, Madrasah Ke-NU-an (MKNU) pada Minggu, 12 Juli 2026, serta Haul Masyayikh PCINU Maroko pada Senin, 13 Juli 2026. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan organisasi dalam menyambut forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang istimewa.
Dengan mengusung tema “Menguatkan Jam’iyah, Meneguhkan Khidmah: Menata Organisasi untuk Maslahat Bersama”, Konfercabis VIII menjadi momentum evaluasi, perumusan program kerja, serta penentuan arah organisasi untuk masa khidmah berikutnya.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko masa khidmah 2024–2026, Moch Cholilur Rahman, Lc., berharap Konfercabis mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemajuan serta kemanfaatan yang lebih luas bagi seluruh warga Nahdiyin di Maroko.
“Harapannya, PCINU Maroko ke depan bisa menjadi organisasi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan semakin maslahat bagi seluruh anggotanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Maroko masa khidmah 2024–2026, Wafal Hana, Lc., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Konfercabis III PCI Fatayat NU Maroko setelah resmi terdata sebagai bagian dari Fatayat NU di tingkat pusat. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan almarhumah Ibu Margaret, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU, yang mengajak seluruh kader Fatayat untuk terus menebarkan kemanfaatan bagi siapa pun, tanpa memandang latar belakang, bahkan kepada seluruh makhluk ciptaan Allah. Pesan tersebut menjadi semangat yang melandasi tema Konfercabis III PCI Fatayat NU Maroko, yaitu “Fatayat Kita, dari Anggota, oleh Anggota, untuk Bersama.”
Konfercabis turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Ahmad Snouni selaku Wakil Mudir Institut Dar El-Hadith El Hassania Rabat, Dr. Adnan Zouhar, dan Dr. Samir Boudinar selaku Dewan Mustasyar PCINU Maroko turut mengapresiasi terselenggaranya Konfercabis ini. Hadir pula Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Mauritania, Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna, S.E., M.M., beserta jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat sekaligus membuka secara resmi kegiatan Konfercabis PCINU VIII.
Bapak Duta Besar menyampaikan dalam sambutannya, “organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu melahirkan kader-kader yang berilmu, berakhlak, bertanggung jawab, serta siap mengabdi kepada agama bangsa dan negara.”
Selama kegiatan berlangsung, peserta Konfercabis membahas berbagai agenda strategis yang telah dihimpun dalam Buku Konfercabis VIII PCINU Maroko yang disusun oleh Steering Committee (SC) meliputi tata tertib Konferensi, tata tertib pemilihan, peraturan keuangan organisasi, pokok-pokok program kerja, hingga rekomendasi organisasi sebagai pijakan kepengurusan pada masa mendatang.
Rangkaian persidangan berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat hingga seluruh agenda berhasil diselesaikan pada Jumat, 17 Juli 2026. Konfercabis kemudian ditutup dengan penetapan kepengurusan baru masa khidmah 2026–2028, yaitu Moch Cholilur Rahman, Lc., sebagai Rais Syuriyah PCINU Maroko, Ahmad Fauzi Nabil, Lc., sebagai Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko ,serta Naila Nurafifah Hidayat sebagai Ketua PCI Fatayat NU Maroko.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian Konfercabis VIII PCINU Maroko dan Konfercabis III PCI Fatayat NU Maroko, diharapkan kepengurusan yang baru mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas khidmah, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Nahdiyin di Maroko.
Liputan oleh: Livia Ramadani
Ikuti kegiatan kami lewat instagram @pcinumaroko
Simak berita terbaru kami,

