Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.: Pembacaan Kitab Rāi‘ al-Durar wa Rāiq al-Zuhar fī Akhbār Khair al-Basyar Menjadi Momentum Menyegarkan Kembali Keteladanan Sang Rasul

Rabat, Kamis (27/08/2026)—Dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad saw. PCINU Maroko berkolaborasi dengan PPI Maroko, PCIM Maroko, dan PCI Fatayat NU Maroko menyelenggarakan majelis pembacaan kitab رائع الدرر ورائق الزهر, karya “tahqiq“an atas kitab “أخبار خير البشر” yang ditulis oleh Syekh Ahmad ibn Faris Al-Maliki bersama muhaqqiqnya langsung, Dr. Ilyass Alaoui Amharar.

Acara diberlangsungkan mulai pukul 18.00 waktu setempat dengan diawali pembacaan Maulid Barzanji dan iringan tabuhan rebana. Acara dihadiri oleh Dr. Ilyass Alaoui Amharar sendiri selaku pemateri dan sekitar 70 pelajar Indonesia dari berbagai kota di Maroko.

Acara inti dimulai dengan kedatangan Dr. Ilyass Alaoui Amharar yang dipandu oleh Zidan Kamal Makarim selaku pembawa acara. Setelah menyapa hadirin, beliau membuka majelis dengan meminta salah seorang hadirin membacakan kitab yang akan dikaji.

Majelis dimulai dengan penjelasan singkat oleh Dr. Ilyass mengenai kitab yang akan dibahas kemudian dilanjutkan dengan pembacaan mukadimah matan kitab oleh saudara Mohammed Mehta Abdi Surya mengenai pentingya bagi  seorang muslim untuk memahami sirah Nabi Muhammad saw. yang meliputi nama, nasab, kelahiran, hingga akhir hayat dan benda-benda peninggalan beliau. Dr. Ilyass menegaskan bahwa «كيف تحب المجهول؟» (“Bagaimana mungkin kamu mencintai seseorang yang tidak kamu kenal?”), sebagai penjelasan atas pernyataan dalam kitab bahwa setiap muslim wajib mengetahui sejarah Nabi Muhammad saw.

Beliau juga menambahkan beberapa poin penting, termasuk diantaranya bahwa ada beragam pendapat ulama dalam penentuan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. baik terkait seberapa jauh jaraknya dari Tahun Gajah, bulan, maupun tanggalnya. “Seperti dalam Rabiulawal saja, ada yang berpendapat bahwa maulid jatuh pada tanggal 8, ada pula yang mengatakan pada tanggal 12,” tuturnya.

Beliau juga memberikan sejumlah keterangan tambahan mengenai kitab yang dikaji, khususnya terkait pertanggungjawaban ilmiah dalam proses tahqiq serta korelasi riwayat-riwayat sirah di dalamnya dengan hukum-hukum syariat.

Acara ditutup dengan doa oleh Dr. Ilyass, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata oleh Ketua PPI Maroko, Muhammad Ibrahim, Lc., dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Liputan oleh: LTNNU Maroko

Ikuti kegiatan kami lewat instagram @pcinumaroko

Simak berita terbaru kami,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *