The Midnight Library

One Month One Book Fatayat NU Maroko: The Midnight Library

Pada bulan April 2026, Bidang Pendidikan dan Dakwah PCI Fatayat NU Maroko kembali mengadakan OMOB bersama Sahabat Mutiara Annisa Rachman sebagai pemateri dengan buku pilihannya The Midnight Library karya Matt Haig, penulis ternama asal Inggris. Novel yang memiliki lebih dari 300 halaman ini mengangkat tema kehidupan, penyesalan, dan pencarian makna hidup.

Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa novel ini berfokus pada konsep “kemungkinan hidup lain” yang dapat terjadi apabila seseorang mengambil pilihan yang berbeda. Cerita ini menggambarkan bagaimana manusia sering kali terjebak dalam penyesalan atas keputusan masa lalu.

Novel ini diawali dengan kisah Nora Seed, seorang perempuan yang mengalami tekanan hidup dan merasa dirinya gagal dalam berbagai aspek kehidupan. Ia kehilangan pekerjaan, hubungan pribadi yang tidak berjalan baik, serta merasa tidak memiliki tujuan hidup. Kondisi tersebut membuat Nora berada pada titik terendah hingga ia merasa putus asa terhadap kehidupannya sendiri.

Selanjutnya, pemateri memaparkan bahwa Nora kemudian berada di sebuah ‘tempat misterius’ bernama Midnight Library—sebuah perpustakaan yang berada di antara hidup dan mati. Di tempat tersebut, Nora bertemu dengan Mrs. Elm yang berperan sebagai pustakawan sekaligus pembimbing. Perpustakaan ini berisi berbagai buku yang masing-masing merepresentasikan kehidupan alternatif yang bisa dijalani Nora apabila ia membuat pilihan yang berbeda di masa lalu.

Dalam pembahasan ini, pemateri menjelaskan bahwa Nora mencoba berbagai kehidupan, seperti menjadi atlet renang sukses, musisi terkenal, hingga ilmuwan di daerah Arktik.

Namun, dari setiap kehidupan yang dijalani, Nora menyadari bahwa tidak ada satu pun kehidupan yang benar-benar sempurna. Setiap pilihan tetap memiliki konsekuensi serta tantangan tersendiri.

Lebih lanjut, pemateri menekankan bahwa inti dari novel ini terletak pada perubahan cara pandang Nora terhadap kehidupannya. Ia mulai memahami bahwa penyesalan tidak akan mengubah masa lalu, melainkan hanya menghambat langkah ke depan. Dari pengalaman tersebut, Nora menyadari bahwa kehidupannya tetap memiliki nilai dan kesempatan untuk diperbaiki. Mengutip salah satu pesan dalam novel, bahwa manusia tidak perlu menjalani kehidupan yang sempurna untuk merasakan kebahagiaan, melainkan cukup dengan menerima diri dan menjalani hidup dengan penuh kesadaran.

Kemudian dijelaskan bahwa pada akhirnya Nora memilih untuk kembali ke kehidupannya yang semula. Keputusan tersebut diambil setelah ia menyadari bahwa kebahagiaan tidak terletak pada kehidupan lain, melainkan pada cara seseorang memaknai kehidupannya sendiri.

Pada akhir pembahasan, pemateri menegaskan bahwa novel The Midnight Library menyampaikan pesan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidupnya tanpa harus mengulang dari awal. Melalui kisah Nora Seed, pembaca diajak untuk memahami bahwa menerima diri, menghargai kehidupan, serta berhenti terjebak dalam penyesalan merupakan kunci utama untuk mencapai kebahagiaan.

Notula OMOB Fatayat NU Maroko, ditulis oleh: Oase Hening Nirwana, Mahasiswi Universitas Mohammed Premier, Oujda

Ikuti kegiatan kami lewat instagram @fatayatnumaroko

Simak artikel terbaru kami,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *