Review Kitab Jawāhiru Al-Bayān Fii Tanāsubi Suwari Al-Qur’an

Ulumul Qur’an merupakan salah satu cabang ilmu penting dalam memahami Al-Qur’an, baik dari sisi susunan, nama-nama surah, maupun keterkaitan antar ayat dan surah. Dalam materi kali ini, pemateri mereview beberapa pokok penting dari kitab pilihannya جواهر البيان في تناسب سور القران, yang mencakup nama-nama Al-Qur’an, susunan surah dalam mushaf, ilmu munasabah, hingga hubungan antara Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, dan Ali ‘Imran.

Pemateri mengawali penjelasan dengan membahas secara singkat biografi penulis, mulai dari beliau dilahirkan, dan perjalanan rihlah ilmiahnya.

Dalam pendahuluan kitab ini dijelaskan, bahwa Allah Swt. memberikan beberapa nama untuk kitab-Nya, di antaranya Al-Qur’an, Al-Kitab, dan Al-Furqan.

Menariknya, satu surah dapat memiliki lebih dari satu nama. Contohnya Surah Al-Fatihah yang dikenal juga dengan nama Ummul Qur’an, As-Sab‘ul Matsani, Al-Wafiyah, dan nama-nama lainnya.

Pemateri menjelaskan bahwa di dalam kitab ini disebutkan mayoritas ulama berpendapat bahwa susunan surah dalam mushaf bersifat tauqifi yaitu ditetapkan langsung berdasarkan petunjuk wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ, kemudian disampaikan kepada para sahabat. Meskipun demikian, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Sebagian berpendapat bahwa urutan surah-surah dalam Al-Qur’an itu ditetapkan berdasarkan ijtihad para sahabat, namun pendapat ini dipandang lemah.

Adapun pembahasan utama dalam kitab ini adalah tentang munasabah, dan hubungan antar-surah dalam Al-Qur’an, sehingga tampak seperti satu kesatuan yang utuh.

Bentuk-bentuk munasabah yang disebutkan antara lain:

1. Hubungan ayat akhir surah dengan ayat awal surah sesudahnya.

2. Hubungan tema antar surah.

3. Hubungan pembuka dan penutup surah.

4. Kesesuaian awal surah dengan surah sebelumnya.

Terus pernah kepikiran ngga, kenapa Al-Qur’an didahului dengan surah Al-Fatihah?

Nah dalam kitab di jelaskan, bahwa Surah Al-Fatihah dipilih sebagai pembuka Al-Qur’an karena mengandung ringkasan seluruh isi Al-Qur’an. Selain itu, dalam ilmu balagah ada kaidah bahwa sesuatu yang bersifat global harus didahulukan sebelum penjelasan rinci. Pun Surah Al-Fatihah dibuka dengan pujian kepada Allah Swt.

Gimana? Sudah tertarik buat baca full kitabnya belum? Dijelaskan secara global saja, sudah terlihat kan bahwa kitab ini sangat menarik? Kalo masih belom tertarik, pemateri memberikan contoh nih, memangnya benar bahwa susunan surah Al-Qur’an itu ada keterkaitan satu sama lain?

Pemateri memberi salah satu contoh ayat dalam Surah Al-Fatihah yang berbunyi

( صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ)

“(yaitu) jalan-jalan yang Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”

Siapakah mereka? Siapa yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini?

Lalu dijelaskanlah tentang mereka di awal surah Al-Baqarah, merekalah لِلْمُتَّقِيْنَ

Dan bagaimana amal mereka? Lalu dijawab pula dalam surah Al-Baqarah, merekalah

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنً . وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ

Terakhir, penutupan dari kitab ini menjelaskan bahwa biasanya surah-surah dalam Al-Qur’an diawali dengan 10 jenis kalam, kira-kira apa aja ya? Penasaran? Baca full kitabnya yuk, kitabnya semenyenangkan itu.

Notula Review Kitab Fatayat NU Maroko, ditulis oleh: Fiya Nahdliyyatus Shidqiyah, Mahasiswi Ma’had Qadi Fakih Abdullah bin Sa’id Al-Oujdi, Oujda

Ikuti kegiatan kami lewat instagram @fatayatnumaroko

Simak artikel terbaru kami,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *