Rabat, Kamis (30/07/2026)—PCINU Maroko berkolaborasi dengan PCI Fatayat NU Maroko menyelenggarakan Lailatul Ijtima’ sekaligus Haul Syaikhina K.H. Maimoen Zubair. Acara tersebut dihadiri putra Mbah Mun, K.H. Taj Yasin Maimoen, beserta istri, Nyai Hj. Nawal Nur Arafah Yasin dan sekitar 50 Nahdiyin Maroko.
Acara diawalli dengan pembacaan maulid barzanji, dan tahlil dalam rangka memperingati haul Mbah Mun ke-7, dilanjutkan pembukaan oleh Muhammad Valentino Saputra sebagai pembawa acara, serta sambutan Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko, Ahmad Fauzi Nabil, Lc.
Dalam sambutannya, Mas Fauzi menyampaikan beberapa hal, di antaranya ucapan terima kasih kepada Gus Yasin yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Ma’ridh Kitab Nusantara pada event Salon International de l’Edition et du Livre (SIEL) Mei, 2026. Selain itu, Mas Fauzi juga mengajak kita menelusuri kembali perjalanan Mbah Mun di Maroko yang menjadi cikal bakal berdirinya PCINU Maroko pada tahun 2011.
Berlanjut ke acara inti, yaitu mauizah hasanah dan zikra haul oleh Gus Yasin. Dalam mauizahnya, beliau menyampaikan bahwa kesempatan mencari ilmu di negara sufi adalah kesempatan yang harus kita semua manfaatkan.
Beliau menegaskan bahwa ilmu ada dua:
Pertama, العلم في الأوراق (ilmu yang muncul dari pembelajaran dan materi yang disajikan oleh kampus). Kedua, العلم في الأذواق (kelezatan ilmu yang bisa kita dapatkan lewat mulazamah dengan guru yang mendatangkan ‘khasyullah’ pada Allah). Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga mengapresiasi dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Nahdiyin Maroko yang telah menyelenggarakan haul Mbah Mun.
Selanjutnya, mauizah disampaikan oleh Ning Nawal yang menceritakan beberapa keistimewaan Mbah Mun, di antaranya tingginya keimanan dan kepercayaan Mbah Mun pada Rabb-Nya yang terpancar dari keseharian beliau melaui dawuh “Tenang, ono gusti Allah”. Tak hanya itu, Mbah Mun juga dikenal sebagai sosok yang tawaduk kendati sudah menjadi ulama yang masyhur bahkan tingkat internasional.
Ning Nawal juga menyampaikan bahwa ibadah fisik saja tidak cukup. Hati juga perlu dilatih agar tidak dikotori dengan penyakit hati dan senantiasa dihiasi dengan tarbiyah qolbiyyah.
“jangan jauh-jauh dengan Al-Qur’an karena من لا وِرد له لا وارد له (Siapa yang tidak memiliki wirid yang istikamah, tidak akan mendapatkan limpahan karunia atau ilham dari Allah) dan sebaik-baik wirid adalah Al-Qur’an.”, Tutur Ning Nawal.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko, Mas Fauzi dan Ketua PCI Fatayat NU Maroko, Mbak Naila, kepada Gus Yasin dan Ning Nawal. Kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Gus Yasin dan sesi foto bersama.
Liputan oleh: Nidaan Khofiya
Ikuti kegiatan kami lewat instagram @pcinumaroko
Tonton siaran ulang lengkapnya di Lailatul Ijtima’ sekaligus Haul Syaikhina KH. Maimon Zubair
Simak berita terbaru kami,

