# NU maroko > Situs Web Resmi Jam'iyyah Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Maroko ## Posts - [Dompet Ayah Sepatu Ibu](https://numaroko.or.id/dompet-ayah-sepatu-ibu/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Dompet Ayah Sepatu Ibu Agenda One Month One Book kembali hadir di bulan Desember dengan ditemani  Sahabat Attika Rakhma dengan novel pilihannya yang berjudul Dompet Ayah Sepatu Ibu karya Santani Khairen, seorang novelis muda asal Jombang yang dikenal dengan nama pena J.S. Khairen. Novel yang memiliki tebal 200 halaman ini diangkat dari kisah nyata pengalaman orang tua penulis dan berlatar belakang budaya Sumatera Barat. Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa novel ini mengangkat tema keluarga, perjuangan hidup, serta upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, kerja keras, dan keteguhan hati. Cerita di dalamnya berfokus pada... - [NU dan MUI: Kompleksitas Metode Fatwa dalam Menghadapi Model Transaksi Kontemporer](https://numaroko.or.id/nu-dan-mui-kompleksitas-metode-fatwa-dalam-menghadapi-model-transaksi-kontemporer/): PCINU Maroko, diinisiasi Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) sukses menggelar Webinar Akademi Bathsul Masa’il dengan tajuk “Melihat Fatwa NU dan MUI Terhadap Transaksi-Taransaksi Baru”. Webinar yang digelar secara daring pada hari Jumat (19/12) yang diisi oleh saudara M. Ali Zainal Abidin, selaku anggota komisi fatwa MUI Jawa Timur ini, diikuti oleh para audiens dari beberapa lapisan pelajar dan mahasiswa. Acara ini layaknya sebagai ‘panggung pertunjukkan’ awal bagi para pelajar untuk memahami bagaimana para ‘ahli’ menyusun metode fatwa dalam menghadapi masalah-masalah kontemporer. Pemateri memulai webinar dengan pemaparan  umum tentang strata pengambilan hukum; pertama ada qadha, kedua ada fatwa, dan ketiga... - [Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas Tafsir Wacana Agama dan Gender](https://numaroko.or.id/fiqh-perempuan-refleksi-kiai-atas-tafsir-wacana-agama-dan-gender/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Fiqh Perempuan (Refleksi Kiai atas Tafsir Wacana Agama dan Gender) Berawal dari postingan Instagram sampai menjadi penggemar buku berlian. Dalam OMOB edisi spesial Bulan November bersama Saudari Dhia Qotrunnada, Lc., mahasiswi Universitas Hassan II Ain Chock. PCI Fatayat NU Maroko membuka ruang diskusi untuk mengupas tuntas buku karya Kiai Husein Muhammad yang berjudul Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas Tafsir Wacana Agama dan Gender. Buku tersebut merupakan sebuah karya yang mencoba mengevaluasi ulang pemahaman tradisional tentang perempuan dalam fikih turas terutama yang berkaitan dengan makna gender, hak-hak perempuan, serta posisi perempuan dalam aspek sosial-agama.... - [Bermantik Itu Tidak Beragama?](https://numaroko.or.id/bermantik-itu-tidak-beragama/): Kalimat mantiq berasal dari bahasa Arab dari kata kerja nathaqa, yang berarti berbicara. Dengan demikian, dari sudut kebahasaan, mantiq berarti pembicaraan (al-kalam). Sejarah ilmu mantik bermula dari abad ke-5 SM di Yunani. Pada masa itu, ilmu mantik atau logika sudah menjadi ilmu penting bagi para ahli filsafat Yunani. - [Atomic Habits](https://numaroko.or.id/atomic-habits-james-clear/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Atomic Habits Berawal dari cedera serius yang dialami penulis Atomic Habits, James Clear, saat bermain bisbol—sebuah tragedi yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Saat itu ia menyadari, “Supaya segalanya membaik, sayalah satu-satunya yang bertanggung jawab mewujudkannya.” Dari kesadaran itulah ia bangkit dan mulai memperbaiki hidup melalui perubahan kecil namun konsisten, seperti tidur lebih awal, rutin berlatih fisik, dan menjaga pola kebiasaan harian. Kebiasaan sederhana tersebut akhirnya membawanya meraih penghargaan Best Athlete di tingkat universitas hingga nasional Amerika. Pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan kebiasaannya kemudian ia simpan dalam bentuk catatan, dan catatan inilah yang akhirnya... - [PCI Fatayat NU Maroko Gelar Webinar Kewirausahaan: Belajar Mandiri Finansial sebagai Bentuk Ibadah dan Perjuangan](https://numaroko.or.id/pci-fatayat-nu-maroko-gelar-webinar-kewirausahaan-belajar-mandiri-finansial-sebagai-bentuk-ibadah-dan-perjuangan/): Maroko, 18 November 2025—Bidang Ekonomi dan Koperasi PCI Fatayat NU Maroko sukses menyelenggarakan Webinar Kewirausahaan bertajuk Belajar Mandiri Finansial sebagai Bentuk Ibadah dan Perjuangan. Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber tunggal, Ning Khilma Anis. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Annur Kesilir Wuluhan, Jombang, sekaligus owner Omah Suhita dan Penulis novel best seller Hati Suhita yang telah ditayangkan menjadi film layar lebar dengan ratusan ribu penonton. Acara yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom meeting pada Selasa (18/11) pukul 10.15 GMT+1 atau 16.15 WIB ini dihadiri oleh para peserta dari berbagai wilayah. Webinar ini bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai... - [PCINU Maroko sambut kedatangan Gus Rifqil dan Ning Imas](https://numaroko.or.id/pcinu-maroko-sambut-kedatangan-gus-rifqil-dan-ning-imas/): Rabat—PCINU Maroko menggelar Lailatul Ijtima pada Minggu, 9 November 2025. Acara ini diinisiasi oleh LDNU Maroko dan berkolaborasi dengan PCI Fatayat NU Maroko, untuk menyambut kedatangan Gus Rifqil Muslim Suyuthi dan Ning Imas Fatmah Zahro. Kegiatan dilaksanakan di Rabat, tepatnya Sekretariat PPI Maroko, dan dihadiri sekitar 40 nahdiyin yang berdomisili di sekitar Rabat. Kegiatan dibuka bakda maghrib, oleh Sania Rivka, sebagai pembawa acara malam hari itu. Berikutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua PCINU Maroko, Moch Cholilurrahman, Lc. Di sambutannya, beliau berterimakasih kepada Gus Rifqil dan Ning Imas atas kesediaannya untuk hadir, bersilaturahmi dengan para nahdiyin. Tak lupa, Ketua Tanfidziyah juga... - [Sang Alkemis](https://numaroko.or.id/sang-alkemis-paul-coelho/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Sang Alkemis Apa sih ‘mimpi’ itu? Begitulah kira-kira review buku ini dimulai. Sebuah kata yang tidak asing didengar, namun kebanyakan orang kebingungan saat ditanya maknanya. Sayangnya, bukan kata itu yang dibahas lebih lanjut disini, melainkan sebuah kisah yang berkaitan dengan mimpi itu sendiri. Sang Alkemis adalah salah satu karya fiksi filosofis yang dikarang oleh Paulo Coelho. Penulis asal Brazil yang juga pernah berkarya di bidang musik. Awalnya, Paulo dikenal sebagai musisi terkenal Brazil sebelum akhirnya terjun ke dunia kepenulisan. Bersama Sahabat Nidaan Khofiya pada acara OMOB edisi September 2025, buku Sang Alkemis menemani... - [Dalam Rangka Memperingati Hari Santri 2025, PCINU Maroko Mengadakan Webinar Bertajuk “Pendidikan Pesantren : Antara Tuntutan Reformasi dan Tantangan Relevansi di Era kontemporer”](https://numaroko.or.id/dalam-rangka-memperingati-hari-santri-2025-pcinu-maroko-mengadakan-webinar-bertajuk-pendidikan-pesantren-antara-tuntutan-reformasi-dan-tantangan-relevansi-di-era-kontemporer/): Rabat—25 Oktober 2025, Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCINU Maroko mengadakan webinar dalam rangka memperingati Hari Santri 2025 dengan tema “Pendidikan Pesantren: Antara Tuntutan Reformasi dan Tantangan Relevansi di Era Kontemporer”. Webinar ini menghadirkan dua pembicara kompeten yang memiliki pemahaman mendalam di bidangnya. Pembicara pertama adalah Mas Tharekh Era Elraisy, Lc., M.A., dan pembicara kedua Mbak Avika Afdiana Khumaedi, Lc. Diskusi dibuka oleh Saudara Muhammad Nabil, sebagai moderator, dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Zidan Alfa Alfadlil. Selanjutnya, masing-masing ketua, yaitu Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko, Moch. Cholilur rahman, Lc., yang diwakili oleh Saudara Muhammad Fajrul Hikam, Lc.,... - [Syekh Said al-Kamali: Dari Administrasi Pariwisata, Jadi Ulama Maroko Ternama](https://numaroko.or.id/syekh-said-al-kamali-dari-administrasi-pariwisata-jadi-ulama-maroko-ternama/): Syekh Said al-Kamali: Dari Administrasi Pariwisata, Jadi Ulama Maroko Ternama Oleh: Muhammad Valentino Saputra Maroko, sejak awal hingga abad ke-10 Hijriah, telah menjadi pusat ilmu pengetahuan yang melahirkan banyak ulama besar. Peran mereka sangat signifikan dalam penyebaran Islam, ilmu fikih, hadis, tasawuf, hingga ilmu sosial di Dunia Islam. Pada abad ke-5 Hijriah, Maroko melahirkan ulama terkemuka seperti Qadhi Iyadh. Di abad ke-7, muncul pengarang kitab Jurumiyah, Ibn Ajurrum Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shinhaji. Selain itu, pada abad ke-9 Hijriah, kita mengenal Syekh Sulaiman al-Jazuli, pengarang kitab Dalail al-Khairat yang banyak dikaji di kalangan umat Islam. Sampai sekarang,... - [Buletin Kotakin Edisi IV: Menyambut 14 Tahun NU Maroko](https://numaroko.or.id/buletin-kotakin-edisi-iv-menyambut-14-tahun-nu-maroko/): Puji syukur atas kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat terus berkarya dan berbagi wawasan. Selawat serta salam kami haturkan kepada Nabi Muhammad saw. suri teladan agung yang membawa perubahan besar dalam perkembangan zaman. Salam literasi kepada para pembaca setia buletin Kotakin! Alhamdulillah buletin ‘Kotakinʼ NU Maroko kembali hadir untuk menyapa, menghibur, dan memberikan informasi terkini kepada seluruh pembaca budiman. Pada edisi kali ini, kami menghadirkan berita eksklusif Hari Lahir NU Maroko Ke-14. Sebuah peristiwa bersejarah yang menandai perjalanan panjang, semangat perjuangan, kebersamaan, serta dedikasi warga NU di tanah perantauan. Melalui peringatan harlah ini, mengingatkan... - [Women in Male Dominated Fields, Why not?](https://numaroko.or.id/women-in-male-dominated-fields-why-not/): Tema Diskusi PCI Fatayat NU Maroko kali ini dipersembahkan oleh sahabat Sofwatun Nufus dengan mengangkat topik Women in Male Dominated Fields, Why Not?. Tema kali ini berawal dari kalimat-kalimat yang kerap terdengar dari mulut sebagian perempuan: “Aku kan cewek, aku ga ngerti politik.” Terdengar sepele namun ternyata ada stigma yang cukup serius dibaliknya dimana kalimat itu menunjukkan sebuah asumsi bahwa politik bukan urusan perempuan atau bahwa perempuan kurang paham tentang politik hanya karena dia perempuan. Unfortunately, everything is political Politik adalah cara orang mengatur kekuasaan, membuat aturan, dan mengambil keputusan bersama dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Politik tidak selalu berarti... - [Nganu (Ngobrol Bareng NU) Episode 3: Akankah Femisida Kembali Menjadi Ancaman?](https://numaroko.or.id/nganu-ngobrol-bareng-nu-episode-3-akankah-femisida-kembali-menjadi-ancaman/): Sabtu (27/09/2025) pukul empat sore waktu Maroko, PCINU Maroko mengadakan program Nganu: Ngobrol Bareng NU yang diinisiasi oleh Lembaga Media Nahdlatul Ulama (LMNU). Program ini berupa diskusi atau ngobrol santai yang dipandu oleh host dan dipantik oleh beberapa speaker undangan. Acara ini telah berjalan selama tiga episode dan disiarkan langsung melalui fitur space pada platform X. Pada episode tiga ini, LMNU berkolaborasi dengan PCI Fatayat NU Maroko dengan tema Melihat pola kerusuhan yang terjadi, akankah femisida kembali menjadi ancaman?. Tema ini diusung karena dianggap kontekstual dengan permasalahan yang terjadi. Beberapa waktu lalu, Indonesia mengalami tragedi kerusuhan imbas adanya penambahan tunjangan... - [Dari Rahim Ini Aku Bicara](https://numaroko.or.id/dari-rahim-ini-aku-bicara/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Dari Rahim Ini Aku Bicara Pada sesi OMOB bulan Agustus, sahabat Nilna Zahwa Zaharah mengulas sebuah buku berjudul “Dari Rahim Ini Aku Bicara” karya Ester Lianawati. Ester Lianawati adalah seorang feminis, penulis, sekaligus konselor yang aktif menulis isu-isu seputar gender, spiritualitas, serta dinamika kehidupan perempuan. Karya-karyanya banyak mengupas pengalaman perempuan dalam menghadapi hegemoni budaya patriarki, serta mendorong perempuan untuk lebih berdaya melalui refleksi tubuh, sejarah, dan spiritualitas. Acara OMOB kali ini berlangsung penuh antusiasme. Sahabat Nilna menyampaikan berbagai gagasan penulis tentang bagaimana tubuh perempuan kerap dijadikan pusat penindasan patriarki dari masa ke masa.... - [Launching Sejarah PCI Fatayat NU Maroko: Dalam rangka Harlah NU Maroko Ke-14](https://numaroko.or.id/launching-sejarah-pci-fatayat-nu/): Sejarah Fatayat NU: Dari Surabaya ke Maroko Fatayat NU adalah organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang lahir dari semangat perjuangan perempuan-perempuan untuk mengambil peran dalam bidang agama, sosial, dan kebangsaan. Organisasi ini resmi disahkan pada Muktamar ke-18 NU di Surabaya, 24 April 1950 (7 Rajab 1369 H). Sejak itu, Fatayat menjadi badan otonom NU yang menaungi perempuan muda hingga usia 40 tahun, dengan cita-cita melahirkan generasi perempuan yang salehah, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi bangsa. Sejak awal, Fatayat NU hadir di tengah dinamika perjuangan bangsa yang baru merdeka. Sebagai sayap perempuan NU, organisasi ini meneguhkan diri pada paham Ahlussunnah wal... - [Dari Mesir Sampai Maroko: Tradisi Maulid dan Kepentingannya](https://numaroko.or.id/dari-mesir-sampai-maroko-tradisi-maulid-dan-kepentingannya/): Perayaan Maulid Nabi, adalah perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad Saw. baik dalam bentuk pembacaan selawat dan ceramah, atau bahkan peringatan yang lebih artistik seperti tabuh rebana, drama, dan perayaan seni lainnya. Perayaan ini bisa disebut sebagai salah satu tradisi “baru” yang paling kuat penyebarannya di Dunia Islam. Kebaruan Maulid Nabi ini pada perjalanannya akan menjadi pembahasan tanpa ujung berbagai ulama di belahan dunia timur dan barat. Selain poin ini, ada lagi satu poin yang tidak lepas dari penyebaran tradisi Maulid Nabi, yak, kepentingan. Kepentingan seperti apa? Dan apakah kepentingan ini buruk? Artikel singkat ini akan membahas... - [Bolehkah Mengibarkan Bendera Straw Hat di Bawah Bendera Indonesia?](https://numaroko.or.id/bolehkah-mengibarkan-bendera-straw-hat-di-bawah-bendera-indonesia/): Bolehkah Mengibarkan Bendera Straw Hat di Bawah Bendera Indonesia? 80 tahun yang lalu, presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, mengumandangkan proklamasi sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia. Bertahun-tahun Indonesia dijajah, dipecah, dan dibelah, hingga tibalah saatnya merdeka sebagai negara yang berdaulat. Kemerdekaan ini bukan sekedar pernyataan belaka, banyak pahlawan yang gugur demi berkibarnya sang merah putih. Merah Putih dan Maknanya Merah dan putih sebagai elemen warna pada Bendera Indonesia bukan sekadar warna simbolik. Terdapat sarat makna dan sejarah di balik pemilihan kedua warna tersebut. Penggunaan elemen merah putih sebagai simbol kedaulatan sudah lama digunakan jauh sebelum kemerdekaan. Kedua elemen warna ini dipakai kerajaan... - [PCINU Maroko Gelar Bahtsul Masail Kubro 2025: Bahas Isu Vasektomi dan Penerima Beasiswa Ganda](https://numaroko.or.id/pcinu-maroko-gelar-bahtsul-masail-kubro-2025-bahas-isu-vasektomi-dan-penerima-beasiswa-ganda/): Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Maroko sukses menyelenggarakan forum Bahtsul Masail Kubro 2025 pada Selasa, 29 Juli 2025 di aula Hay Jami’i Dauli, Rabat. Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) ini dihadiri oleh 23 delegasi yang mewakili 5 kota dan 4 organisasi undangan yang berada di Maroko dengan perwakilan 3 delegasi dari setiap perwakilan. Forum diskusi ilmiah ini berlangsung aktif dan dinamis, mencerminkan semangat intelektual nahdiyin Maroko. Forum diskusi ini dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko, Moch Cholilur Rahman, Lc., dan diresmikan langsung secara daring melalui zoom meeting oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail... - [PCINU Maroko Peringati Haul KH Maimoen Zubair ke-6](https://numaroko.or.id/pcinu-maroko-peringati-haul-kh-maimoen-zubair-ke-6/): Rabat, 7 Agustus 2025—PCINU memperingati haul KH Maimoen Zubair yang ke-6. Acara ini diinisiasi oleh LDNU Maroko, untuk mengenang jasa besar KH Maimoen Zubair dalam pembentukan PCINU di Maroko. Acara yang dihadiri sekitar 60 nahdiyin ini dimulai setelah asar waktu setempat di sekretariat PPI Maroko. Peringatan ini juga dihadiri oleh Mukhammad Ali Ridho, S.Ag., D.E.S.A Ketua Tanfidziyah masa bakti 2020—2022 dan berlangsung dengan penuh khidmat dan masyuk. Kegiatan dibuka dengan pembacaan diba’ yang dipimpin oleh Syubbanul Maghriby, yang kemudian dilanjutkan dengan khataman kitab العلماء المجددون ومجال تجديدهم واجتهادهم karya KH Maimoen Zubair. Pengajian dipimpin oleh Ustaz Muhammad Ahsan Khowariq, Lc.... - [Pelatihan Bahtsul Masail Fatayat NU Maroko: Menumbuhkan Tradisi Keilmuan di Kalangan Perempuan NU](https://numaroko.or.id/pelatihan-bahtsul-masail-fatyat-nu-maroko-menumbuhkan-tradisi-keilmuan-di-kalangan-perempuan-nu/): Dalam rangka memperkuat pemahaman fikih dan metodologi pengambilan hukum Islam, Fatayat NU Maroko menyelenggarakan Pelatihan Bahtsul Masail pada 25 Juli 2025 dengan menghadirkan Qoriatus Shufiyah sebagai pemateri utama. Pelatihan ini membahas berbagai aspek teoretis dan praktis dalam proses Bahtsul Masail, sebuah forum pengambilan keputusan hukum yang khas dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Materi disampaikan secara sistematis, disertai diskusi aktif dari para peserta. Karakter Keputusan Bahtsul Masail dan Klasifikasi Masalah Qoriatus Shufiyah menjelaskan bahwa keputusan Bahtsul Masail bersifat seperti fatwa, yaitu ghairu mulzim (tidak mengikat), berbeda dengan keputusan hakim (qadhi) yang memiliki kekuatan hukum secara formal. Dalam konteks negara, keputusan mujtahid... - [Keajaiban Toko Kelontong Namiya](https://numaroko.or.id/keajaiban-toko-kelontong-namiya/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Keajaiban Toko Kelontong Namiya Pada sesi OMOB bulan Juli, kami membedah sebuah novel penuh makna berjudul Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino, seorang penulis ternama asal Jepang yang lahir pada 4 Februari 1958. Higashino dikenal sebagai salah satu penulis misteri paling produktif di Jepang, dan lebih dari 20 bukunya telah diadaptasi menjadi film. Ia juga pernah menjabat sebagai Presiden ke-13 Asosiasi Penulis Misteri Jepang. Novel ini terbagi menjadi 5 bab dan memiliki alur cerita maju-mundur, dimulai dari kisah tiga pemuda pencuri yang sedang mencari tempat persembunyian. Mereka masuk ke sebuah bangunan tua yang... - [International Religious Dialogue, Sebuah Ikhtiar untuk Melawan Diskriminasi Gender](https://numaroko.or.id/international-religious-dialogue-sebuah-ikhtiar-untuk-melawan-diskriminasi-gender/): PCINU Maroko beserta PCI Fatayat NU Maroko menggelar acara Seminar International Religious Dialogue dengan membawa tema ”Islam dan Perempuan: Melawan Diskriminasi Gender di Zaman Sekarang”. Pada Hari Minggu 29 Juni dan Rabu 2 Juli via Zoom. Acara tersebut menghadirkan berbagai tokoh narasumber yang kompeten dan otoratif, di antaranya beliau Buya Dr. (H.C.) KH. Husein Muhammad, Ning Dr. Hj. Muhim Nailul Ulya, Lc.,M.Ud., Nyai Dr. Nur Rofi’ah, Bil. Uzm, M.A. dan Dr.(H.C.) KH. Zulfa Mustofa. Dalam menyemarakan Webinar International Religious Dialogue. PCINU Maroko dan PCI Fatayat NU Maroko juga berkolaborasi dengan beberapa media partner diantaranya PCINU JEPANG, PCINU SURIAH, PCINU TAIWAN, PCINU BELANDA,... - [Jilbab Pakaian Wanita Muslimah](https://numaroko.or.id/jilbab-pakaian-wanita-muslimah/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Jilbab Pakaian Wanita Muslimah Masih dalam kegiatan rutin One Month One Book (OMOB), kali ini Sahabat Mazid Ilma Rofida mengulas sebuah karya penting berjudul “Jilbab Pakaian Wanita Muslimah” yang ditulis oleh KH. Dr. Muhammad Quraish Shihab. Buku ini terdiri atas lebih dari 200 halaman yang ditulis dengan gaya bahasa yang lugas, menarik dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Penulis yang merupakan seorang mufasir ternama di Indonesia menyampaikan isi buku ini secara sistematis. Ia melengkapi penjelasannya dengan terjemahan harfiah, catatan ilmiah, serta kesimpulan dari ayat-ayat yang dibahas. Dalam setiap penjelasan, beliau berupaya... - [Tabarruj dan Wacana Fitnah Perempuan: Dosa Visual atau Kontruksi Sosial](https://numaroko.or.id/tabarruj-dan-wacana-fitnah-perempuan-dosa-visual-atau-kontruksi-sosial/): Diskusi PCI Fatayat Nu Maroko edisi tanggal 21 Juni 2025, bersama Sahabat Qoriatus Shufiyah. Membahas tema Tabarruj dan Wacana Fitnah Perempuan: Dosa Visual atau Kontruksi Sosial, yang mana banyak muncul narasi yang kerap menyalahkan perempuan secara sepihak. Diskusi ini bertujuan untuk membuka ruang refleksi tentang bagaimana cara memaknai tabarruj dan fitnah perempuan agar tidak dipandang sebelah mata. Definisi tabarruj Menurut At-thabari definisi tabarruj adalah التبختر والتكسر, yang berarti berjalan dengan angkuh untuk menyambongkan diri. Tabarruj itu dalam berperilaku bukan dalam berpenampilan Sedangkan menurut Prof. Quraish Shihab, pengarang Tafsir Al-Mishbah, tabarruj adalah menampakkan perhiasan dalam pengertianya yang umum, yang tidak biasa... - [Ketika 'Hadiah' Menjadi Dosa: Menyibak Tabir Risywah](https://numaroko.or.id/ketika-hadiah-menjadi-dosa-menyibak-tabir-risywah/): Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan dan keinginan manusia semakin beragam dan kompleks. Tak jarang, demi mencapai apa yang diinginkan, seseorang menempuh berbagai cara, baik yang legal maupun ilegal. Salah satu yang kerap terjadi adalah praktik suap yang disamarkan sebagai hadiah. Bila kita melihat lebih dalam, kedua istilah ini sebenarnya memiliki perbedaan mendasar. Islam menganjurkan pemberian hadiah, tetapi dengan tegas mengharamkan suap. Lantas, bagaimana cara membedakan keduanya? Menurut Syekh Nawawi al-Bantani, risywah (suap) adalah pemberian kepada seorang hakim dengan tujuan membatalkan kebenaran atau melegalkan kezaliman. Ibnu Katsir dalam Mishbahul Munir memiliki definisi yang lebih luas. Menurutnya, suap tidak terbatas pada hakim atau... - [Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya](https://numaroko.or.id/merasa-pintar-bodoh-saja-tak-punya/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya “Don’t judge a book by its cover” begitulah kata pepatah yang kurang lebih mengajarkan kita untuk tidak membuat asumsi (kesimpulan) tentang sesuatu atau seseorang hanya berdasarkan penampilan luar atau kesan pertamanya saja. OMOB kali ini membahas buku “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya” karya Rusdi Mathari, seorang wartawan yang meninggal pada tahun 2018‒menyajikan banyak pesan religi dan kemanusiaan mendalam yang kerap kali kita temukan di kehidupan sehari-hari. Dibawakan oleh sahabat Aghnia Safana Ilmi. Buku ini mengisahkan sang tokoh utama, Cak Dlahom sebagai sufi dari Madura dengan segala kesederhanaan serta... - [Tiga Kilatan Cahaya “Al-Amin”](https://numaroko.or.id/tiga-kilatan-cahaya-al-amin/): Kisah ini Menceritakan perjuangan Rasulullah saw. bersama para sahabat dalam menggali parit saat perang Khandaq untuk melawan pasukan kafir Quraisy. Awal Perjuangan dan Strategi Perang Khandaq Salman Al-Farisi, sosok dibalik kesuksesan Perang Khandaq. Dinamakan Khandaq karena kata “Khandaq” dalam bahasa Persia memiliki arti parit. Yakni, Salman Al Farisi dalam perang tersebut mengusulkan pembuatan parit untuk melawan kafir Quraisy yang berjumlah lebih dari 10.000 pasukan, sedangkan kaum muslimin tidak lebih dari 3.000 pasukan. Pembuatan parit berlangsung selama 10 hari (dalam riwayat lain disebut 15 hari).  Setiap kelompok beranggotakan sepuluh orang dari kaum Muslim yang diwajibkan menggali parit sepanjang 40 meter dengan... - [Membaca Majid Irsan al-Kailani, Melihat Salahudin Sebagai Hasil Rekrontuksi Sosial](https://numaroko.or.id/membaca-majid-irsan-al-kailani-melihat-salahudin-sebagai-hasil-rekrontuksi-sosial/): Ketika melihat sejarah, kita akan menemukan rangkaian peristiwa besar yang terpusat pada tokoh-tokoh berpengaruh seperti raja, panglima, atau pemimpin militer. Penceritaan sejarah seperti ini kerap mengabaikan peran kolektif masyarakat. Sebut saja dalam penaklukan Andalusia (92 H), sejarah berputar di kisah Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad. Atau dalam pembebasan Al-Quds dari tentara Salib (583 H), sejarah terfokus pada kisah heroik Salahudin. Historiografi semacam ini, menurut reformis kenamaan Yordania, Majid Irsan al-Kailani (w. 1437 H), menimbulkan masalah. Masyarakat akan membaca keberhasilan tersebut sebagai keberhasilan individu alih-alih keberhasilan umat. Dampaknya sangat destruktif, ketika menghadapi suatu problematika, masyarakat hanya akan menunggu pemimpin... - [PCINU dan PCI Fatayat NU Maroko Hadiri Forum Internasional Tahunan di Taroudant, Maroko](https://numaroko.or.id/pcinu-dan-pci-fatayat-nu-maroko-hadiri-forum-internasional-tahunan-di-taroudant-maroko/): Taroudant, 4 Mei 2025—Perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU Maroko menghadiri undangan dalam Forum Internasional Tahunan Ketujuh di Tamsoult, Taroudant. Acara digelar dua hari pada Sabtu—Ahad, tanggal 3—4 Mei 2025 di Madrasah Ta’lim Atiq Tamsoult dan Dar el Faqiha. Dengan mengusung tema “وتواصوا بالمرحمة، خدمة للدين والوطن“, forum yang diselenggarakan oleh Jam’iyyah al-Masa’i al-Hamida di Tamsoult-Taroudant ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan. Di antaranya adalah Ahmad Taoufiq (Menteri Wakaf dan Urusan Keagamaan Maroko), Abdessamad Kayouh (Menteri Transportasi, Peralatan, dan Logistik), Yazid al-Radi (Ketua Majlis Ilmi Wilayah Sous-Massa), Abderrahim... - [Sejenak Hening](https://numaroko.or.id/sejenak-hening/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Sejenak Hening Di tengah hiruk pikuk dunia yang semakin sering membuat kita khawatir, overthinking, bahkan serba salah dalam mengambil keputusan, sudah saatnya kita menepi dan memberikan waktu pada diri kita untuk hening sejenak dan melepas penat yang sudah bersarang. Untuk itu, OMOB kali ini menemani kita semua untuk menemukan cara menikmati hidup ala Adjie Santosoputro dalam bukunya yang berjudul “Sejenak Hening” bersama sahabat Nabielatun Nisa’. Dalam bukunya, alumni pendidikan psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengajak para pembacanya untuk memberikan jeda pada diri dan berintrospeksi, menyadarkan kita untuk tidak terjebak di masa lalu... - [Perpustakaan Online NU Maroko](https://numaroko.or.id/perpustakaan-online-nu-maroko/): Di sini, kalian dapat mengakses serta mengunduh berbagai kitab rujukan dalam format PDF. Perpustakaan online ini menyediakan berbagai kitab berbahasa Arab yang mencakup beragam disiplin ilmu keislaman seperti fikih, usul fikih, aqidah, tafsir, hadis, falak dan banyak bidang-bidang keilmuan lainnya. Kami juga menambahkan hasil diskusi musyawarah dan bahtsul masail yang telah kami laksanakan sebelumnya. Perpustakaan Online NU Maroko. Perpustakaan 2 dan Hasil Musyawarah - [Urgensi Politik Kaum Sarungan](https://numaroko.or.id/urgensi-politik-kaum-sarungan/): Pendahuluan Berbicara mengenai relasi santri dengan politik seakan tidak ada habisnya. Peranan santri begitu signifikan dalam kancah politik, khususnya di politik nasional yang patut diperhitungkan. Sejarah mencatat tidak sedikit para pahlawan kemerdekaan berasal dari kaum santri. Beberapa yang masyhur kita dengar adalah K.H. Wahab Hasbullah panglima Hizbullah, Pangeran Diponegoro, K.H. Wahid Hasyim yang menjadi salah satu anggota BPUPKI, dan banyak pahlawan lainnya. Pesantren begitu lekat dengan khazanah politik Indonesia. kita bisa melihat bagaimana resolusi jihad menjadi bara api semangat arek-arek suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada perang 10 November. Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari dengan fatwa resolusi jihadnya berhasil membuat keputusan yang... - [PCINU Maroko Adakan Sambutan Kunjungan Hangat K.H. M. Idror Maimoen](https://numaroko.or.id/pcinu-maroko-adakan-sambutan-kunjungan-hangat-k-h-m-idror-maimoen/): Selasa malam (4/3) PCINU Maroko mengadakan Lailatul Ijtima’ bersama K.H. M. Idror Maimoen, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, didampingi Ning Nabila Salsabila. K.H. M. Idror Maimoen yang kerap disapa Gus Iid atau Gus Idror merupakan salah satu zuriah ulama kharismatik Indonesia, alm. K.H. Maimoen Zubair. Beliau dikenal sangat mirip dengan K.H. Maimoen Zubair baik dari karakter pribadi yang sopan, rendah hati dan berwibawa. Beliau pernah menempuh pendidikan di Makkah sekitar 10 tahun dan mengaji bersama ulama masyhur diantaranya Sayyid Ahmad bin Muhammad Al-Maliki. Lailatul Ijtima’ kali ini terbilang sangat spesial karena menjadi sebuah keberuntungan dapat ber-istifadah dan bersilaturahmi dengan zuriah... - [Seni Merayu Tuhan](https://numaroko.or.id/seni-merayu-tuhan/): One Month One Book Fatayat NU Maroko: Seni Merayu Tuhan OMOB (One Month One Book) kali ini ditemani sahabat Maziyatul Wahidah dengan buku yang berjudul “Seni Merayu Tuhan.” Buku karya Habib Husein Ja’far Al-Haddad ini mengajak para pembaca untuk memperdalam hubungan spiritualnya dengan Tuhan melalui pendekatan yang penuh cinta dan keikhlasan. Secara garis besar, buku ini menggunakan alur terstruktur yang dapat mempermudah pembaca untuk memahami dari dasar dan membangun pondasi yang kuat, hingga mereka dapat menemukan jati dirinya sebagai seorang hamba Tuhan. Buku ini menjelaskan permasalahan umum alasan seorang hamba tidak bisa mencintai Tuhannya dan porsi keyakinan mereka dalam menerapkan... - [Think Clearly or Get Lost in Worries](https://numaroko.or.id/stoikisme-solusi-di-tengah-kegelisahan-gen-z-masih-relevankah/): Stoikisme; Solusi di Tengah Kegelisahan Gen Z, Masih Relevankah? Diskusi PCI Fatayat NU Maroko pada tanggal 25 Februari 2025 bersama sahabat Siti Rahma Aulia. Diskusi ini berupaya memberikan perspektif baru dalam menghadapi kecemasan, dan menawarkan solusi dalam menghadapi tekanan sosial di zaman sekarang, era Gen Z. Pengenalan Stoikisme Meskipun konsep filsafat ini udah ada sejak ribuan tahun lalu, ternyata dan ternyata masih sangat relevan sampai sekarang. Salah satu prinsipnya yang paling terkenal adalah, “Fokus pada apa yang bisa kita kendalikan“. Jadi, daripada stres mikirin hal-hal yang di luar kendali, lebih baik energinya kita pakai untuk upgrade diri dan belajar untuk... - [Kuburan di Maroko Tidak Menghadap Kiblat? Apa Wajib Dibongkar?](https://numaroko.or.id/kuburan-di-maroko-tidak-menghadap-kiblat-apa-wajib-dibongkar/): Salah satu keunikannya adalah kuburan-kuburan di Maroko yang tidak semuanya menghadap ke arah kiblat, ada yang menghadap utara atau selatan, menghadap kiblat atau membelakanginya, miring 30 derajat dari arah utara. - [Buletin Kotakin Edisi III: Menyingkap Khazanah Maghrib](https://numaroko.or.id/buletin-kotakin-edisi-iii-menyingkap-khazanah-maghrib/): Ubur-ubur ikan lele, Kotakin hadir lee~~ Selamat datang di Buletin Kotakin edisi ketiga! Setelah sekian purnama, Kotakin kembali hadir di hadapan para pembaca budiman. Pada edisi kali ini, kami mengangkat tema “Menyingkap Khazanah Maroko.” Negara Maroko memiliki kekayaan intelektual yang tak ternilai harganya, salah satunya adalah warisan manuskrip-manuskrip monumental yang diturunkan oleh para ulama Maroko. Turats maghribi bukan hanya sekadar prasasti atau peninggalan fisik—tetapi jauh lebih dari itu—menjadi cerminan dari kekayaan ilmiah dan identitas bangsa. Sebagai sebuah karya yang sangat luar biasa,Turats maghribi memadukan berbagai unsur, mulai dari tradisi hingga tasawuf, yang telah berkembang selama berabad-abad. Kami berharap tema yang... - [Tradisi Keilmuan, Kritik Murid Kepada Guru](https://numaroko.or.id/tradisi-keilmuan-kritik-murid-kepada-guru/): Dalam literatur keislaman, acap kali kita menemukan adu argumen, saling kritik antara satu pihak dengan pihak lain, baik antara murid dan guru, anak dan ayah, salaf dan khalaf, dst. Baik dengan bahasa yang lembut atau pedas. Hubungan “erat” antara mereka ini tidak mencegahnya untuk saling kritik dan adu argumen demi kebenaran yang diharapkan bersama dan yang dituntut oleh Islam. Dalam catatan singkat ini, akan saya sebutkan beberapa contoh kritikan murid terhadap gurunya. Misal pertama, Ahmad ibn Qosim al-Abbadi (w 992 H) dalam hasyiah-nya atas Jam’ul Jawami’ yang bernama al-Ayatul Bayyinat sering kali ia mengkritik gurunya sendiri Abu Abdillah Muhammad bin... - [Lesbumi PCINU Maroko gelar talkshow kebudayaan bertajuk Eksplorasi Wayang sebagai Warisan Spiritual](https://numaroko.or.id/lesbumi-pcinu-maroko-gelar-talkshow-kebudayaan-bertajuk-eksplorasi-wayang-sebagai-warisan-spiritual/): Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCINU Maroko menggelar sedaring internasional pada Kamis (23/1) melaui zoom meeting. Acara ini berupa talkshow kebudayaan bertajuk “Syi’ar Islam dalam budaya nusantara: Eksplorasi Wayang sebagai Warisan Spiritual”. Talkshow kali ini diisi oleh narasumber yang merupakan dalang kondang ternama, Ki Haryo Susilo, S. Psi., putra dari almarhum dalang Ki Enthus Susmono, pencipta “wayang santri”. Acara dibuka oleh moderator, Mufti Ahmad Husaini kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Zidni Ilham Failasufa, sekretaris PCINU Maroko mewakili ketua tanfidhiyah PCINU Maroko. Dalam sambutannya Mas Zidni memaparkan wayang bukan hanya produk budaya, tetapi dapat menjadi sarana spiritual kita dalam... - [Antara Ambisi dan Fokus Pengembangan Diri untuk Menjadi Perempuan Berdikari](https://numaroko.or.id/antara-ambisi-dan-fokus-pengembangan-diri-untuk-menjadi-perempuan-berdikari/): PCI Fatayat NU Maroko mengadakan diskusi bersama sahabat Masriyah Sunada Wadi, Lc., M.A. dengan tajuk, “Antara Ambisi dan Fokus Pengembangan Diri untuk Menjadi Perempuan Berdikari”. - [Fikih Realitas: Inovasi Hukum Islam atau Ancaman Tradisi?](https://numaroko.or.id/fikih-realitas-inovasi-hukum-islam-atau-ancaman-tradisi/): Kesalahpahaman terhadap pengertian dan konsep fikih sering kali membuat sebagian orang kaku bahkan radikal dalam beragama. Tak jarang, masih ditemukan kelompok yang sulit membedakan antara syariat dan fikih. Meski sekilas tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami agar tidak terjadi kekeliruan dalam beragama. - [PCINU Maroko Adakan Pertemuan untuk Sambut Kunjungan Dr. Amany Lubis dan Ibu Safira](https://numaroko.or.id/pcinu-maroko-adakan-pertemuan-untuk-sambut-kunjungan-dr-amany-lubis-dan-ibu-safira/): Rabat, 21 Desember 2024—PCINU Maroko mengadakan Lailatul Ijitima' bersama Ibu Safira Machrusah (Wasekjen PBNU) dan Prof. Dr. Amany Burhanudin Lubis—yang tempo hari mendapatkan penghargaan wanita inspiratif dari Maroko. Pertemuan diselenggarakan di sekretariat PPI Maroko yang dihadiri sekitar 35 warga nahdiyin dari kota rabat dan sekitarnya. Turut hadir juga rekan-rekan PCIM Maroko, termasuk Jundi Abdurrahman, Lc. ketua PCIM Maroko saat ini. - [One Month One Book; Kagum Kepada Orang Indonesia](https://numaroko.or.id/one-month-one-book-kagum-kepada-orang-indonesia/): “Kagum kepada orang Indonesia”. Sebuah judul buku yang kemudian menarik perhatian salah satu sahabat Fatayat PCI NU Maroko, Anja Aufa, untuk membedah lebih dalam isi daripada buku tersebut.  Buku dari seorang cendekiawan sekaligus budayawan Indonesia yang piawai dalam menggagas dan menorehkan kata-kata melewati karya tulisnya yang banyak menghiasi berbagai media cetak terkemuka. Beliau adalah Emha Ainun Nadjib atau yang dikenal dengan panggilan ‘Cak Nun’. Lahir pada tanggal 27 Mei 1953 di Jombang, Jawa Timur. Buku ini ditulis dengan berbekal pengalaman Cak Nun selama bertahun-tahun berinteraksi secara intens dengan orang Indonesia di seluruh penjuru negeri. Beliau merangkumnya dalam sembilan judul tulisan... - [Bedah Syarh Lathif bersama Kiai Khairuddin dan Ustadz Hamsa](https://numaroko.or.id/bedah-syarh-lathif-bersama-kyai-khairuddin-dan-ustadz-hamsa/): Bedah kitab Syarh Lathif bersama Kiai Khairuddin dan Ustadz Hamsa NU Maroko mengadakan acara “Lailatul Ijtima’” bertemakan kajian aswaja dan ke-NU-an pada kamis malam (5/12) waktu setempat. Acara ini berupa bedah kitab Syarh Lathif ‘ala Muqaddimah Al-Qanun al-Asasiy wal Arba’in Haditsan tata’allaq bi Mabadi Jam’iyyati Nahdhatil Ulama yang disampaikan langsung oleh muallif-nya sekaligus pemateri pada acara tersebut, KH. Khairuddin Habziz, dosen Ma’had Aly Salafiyyah Situbondo bersama Ustaz M. Hamsa Fairuz, dosen Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Jombang. Berlangsung di Sekretariat PPI Maroko, acara ini dihadiri oleh nahdiyin yang tersebar di berbagai kota di Maroko. Acara yang diselenggarakan oleh LDNU Maroko ini... - [Rombongan LPDP Adakan Ziarah Bersama Nahdah Tour ke Marrakech](https://numaroko.or.id/rombongan-lpdp-adakan-ziarah-bersama-nahdah-tour-ke-marrakech/): Marrakech, 30 November 2024—Rombongan LPDP mengadakan ziarah ke makam Sab’aturrijal (tujuh wali) yang didampingi oleh Nahdah Tour. Perjalanan dimulai dari kota Rabat pada pukul 05:00 waktu setempat menggunakan minibus. Ziarah ini diikuti oleh sekitar 40 peserta, terdiri dari 30 kiai dan ning yang mengikuti program Takwin Mudir LPDP di Darul Hadith Al-Hasaniya, dan sekitar 10 anggota Nahdiyin Maroko, baik yang berdomisili di Marrakech maupun yang datang menyusul dari Rabat. Rombongan ziarah mengunjungi tujuh wali “penjaga” kota Marrakech yang biasa dikenal dengan sebutan Sab’aturrijal—yang secara harfiah berarti “7 laki-laki”. Perjalanan diawali dengan kunjungan ke makam Sidi Yusuf bin Ali, dilanjutkan ke... - [Nur al-Uyun fi Talkhish Siroh al-Amir al-Ma’mun](https://numaroko.or.id/nur-al-uyun-fi-talkhish-siroh-al-amir-al-mamun/): Kitab Nur al-Uyun fi Talkhish Siroh al-Amir al-Ma’mun merupakan sebuah kitab yang membahas biografi singkat seorang panutan umat manusia, Rasulullah Muhammad saw. Kitab yang bisa memberikan pengenalan tentangnya bagi para pemula dan pengingat bagi yang sudah mempelajari. Syekh Ibn Sayyid An-Nas Kitab ini dikarang oleh Syekh Abul Fath Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Sayyid Al-Nas Al-Ya’muri Al-Mishri. Lebih dikenal dengan nama Ibn Sayyid Al-Nas yang dinisbatkan kepada kakeknya yg ke-12 yaitu Sayyid Al-Nas bin Abi Al-Walid. Beliau dilahirkan pada bulan Dzulqo’dah tahun 671 H di Cairo, Mesir. Ayah beliau merupakan seorang ulama besar. Sejak kecil beliau tumbuh di lingkungan... - [One Month One Book; Akulah Angin Engkaulah Api](https://numaroko.or.id/one-month-one-book-akulah-angin-engkaulah-api/): Kali ini sahabat Najmatul Auliya mengajak kita untuk membedah sebuah buku yang berjudul “Akulah Angin Engkaulah Api”. Ditulis oleh seorang orientalis perempuan asal Jerman, Prof. Annemarie Schimmel. Perhatiannya pada budaya timur dan Islam membuatnya menulis lebih dari 50 buku tentang spiritualitas, sufisme, dan kebudayaan Islam. Dan buku ini ia tulis karena ketertarikannya pada salah satu sosok yang juga ia kagumi, Jalaluddin Rumi.  Siapa sebenarnya sosok Jalaluddin Rumi? Ia adalah seorang penyair dan sufi yang lahir di Balkh, Afganistan pada tahun 1207. Tidak hanya terkenal di kalangan muslim saja, tetapi beliau juga terkenal di kalangan orang-orang Barat, bahkan Paus Yohanes XXIII... - [Perjalanan Seorang Penghafal Al-Qur'an: Menemukan Makna dalam Setiap Ayat](https://numaroko.or.id/perjalanan-seorang-penghafal-al-quran-menemukan-makna-dalam-setiap-ayat/): Perjalanan menjadi seorang penghafal Al-Qur'an bukanlah hal yang mudah. Sebuah perjalanan spiritual yang memerlukan komitmen, ketekunan, keikhlasan juga tak lupa doa dan niat yang tulus. - [Kotakin: Eksklusif HSN 2024](https://numaroko.or.id/kotakin-eksklusif-hsn-2024/): Buletin LTN NU “Kotakin” Edisi II: Eksklusif Hari Santri Nasional 2024 Salam sejahtera bagi seluruh pembaca setia buletin Kotakin. Dengan penuh rasa syukur, kami hadir kembali dalam edisi eksklusif yang kali ini kami dedikasikan untuk memperingati momen penting bagi bangsa Indonesia—Hari Santri. Dalam edisi kali ini, kami menyajikan laporan utama tentang rangkaian acara Hari Santri Nasional 2024 yang diselenggarakan olah NU Maroko. Kami juga menyertakan artikel pemenang Lomba Esai Hari Santri Nasional yang diadakan tempo hari. Semoga tulisan-tulisan yang kami sajikan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pembaca, serta memperdalam pemahaman mengenai peran penting santri dalam perjalanan bangsa ini. Kami... - [Bolehkah Mengalokasikan Zakat Fitrah Untuk Pembangunan Masjid?](https://numaroko.or.id/bolehkah-mengalokasikan-zakat-fitrah-untuk-pembangunan-masjid/): Meskipun pembagian mustahik zakat telah ditetapkan di dalam Al-Quran, namun hal tersebut tidak serta merta menghilangkan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Bagaimana hukum membangun masjid menggunakan zakat fitrah? - [Hindia Belanda: Dari Banten sampai VOC](https://numaroko.or.id/hindia-belanda-dari-banten-sampai-voc/): Hindia Belanda: Dari Banten sampai VOC One Month One Book Fatayat NU Maroko: Semua untuk Hindia OMOB kali ini, kita diajak untuk kembali melihat sejarah yang terjadi di Indonesia. Terutama awal mula penjajahan Belanda mulai menyerang bangsa ini dari sebuah buku yang berjudul “Semua untuk Hindia” yang dibedah oleh Sahabat Nur Zannah Simanjuntak. Buku ini menceritakan tentang penjajahan di Indonesia yang dilakukan oleh Belanda. Pertama kali Belanda datang untuk menjajah Indonesia yaitu melalui jalur laut atau yang disebut dengan pelayaran. Pada 2 April 1595, bangsa Belanda mengirim ekspedisi penjelajah ke dunia timur untuk mencari Kepulauan rempah-rempah. Saat itu, Ada sebanyak... - [Umar & Faya; Di Balik Kain Hijab dan Hari Santri](https://numaroko.or.id/umar-faya-di-balik-kain-hijab-dan-hari-santri/): Dalam rangka menghidupkan Hari Santri National, Umar & Faya membawa cerita, "Di Balik Kain Hijab dan Hari Santri". Yuk ikuti perjalanan Umar dan Faya! Semoga ceritanya bisa membangkitkan semangat hijrah kita! - [Kotakin; Buletin Perdana PCINU Maroko](https://numaroko.or.id/kotakin-buletin-perdana-pcinu-maroko/): Berangkat dari visi LTNNU Maroko untuk menumbuhkan semangat literasi, juga menampung ide dan tulisan dari warga Nahdhiyyin Maroko, kami mempersembahkan Buletin "Kotakin" edisi pertama. Kami berharap bisa memberikan bahan bacaan yang ringkas Dan ringan, agar para pembaca bisa mengikuti kegiatan NU Maroko. - [Talkshow HSN 2024: "Bagaimana Jati Diri Santri?"](https://numaroko.or.id/talkshow-hsn-2024-bagaimana-jati-diri-santri/): Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, PCINU Maroko menggelar talkshow yang bertajuk “Menggali Potensi Santri dalam Menghadapi Tantangan Zaman” pada Sabtu, (26/10). Acara ini diinisiasi oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Maroko sebagai puncak rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional yang sebelumnya diawali dengan Istighosah Kubro pada 22 Oktober sebelumnya. Acara ini diisi oleh dua narasumber, yaitu Agus Ghulam Ahmad, Lc., M.A., editor di Era Indonesia Digital (ERA.id) dan Ahmad Ihabul Fathi, Lc., brand ambassador ICESCO Youth Peace dipandu oleh Muhammad Nabil. Talkshow yang berlangsung secara daring via Zoom Meeting ini disiarkan ulang di kanal YouTube PCINU Maroko. Acara dibuka... - [Resensi Buku “Kebenaran yang Hilang”](https://numaroko.or.id/resensi-buku-kebenaran-yang-hilang/): Kebenaran yang Hilang; Menelisik Pemikiran Farag Fouda Tentang Politik Muslim dan Pembacaan Kembali Sejarah yang Hilang Latar Belakang Mesir akhir abad ke-20 merupakan panggung pergulatan ideologi yang sangat dahsyat. Keadaan negara yang tidak stabil dan masuknya berbagai macam paham dari Saudi, Prancis bahkan Iran, ditambah berbagai masalah sosial semacam kemiskinan juga mewarnai corak sosial Mesir kala itu. Sebagian masyarakat tampaknya mulai berimajinasi andai mereka menerapkan sistem Khilafah, maka mereka akan sejahtera seperti para pendahulu dan terlepas dari belenggu kemiskinan. Sebagian dari mereka bahkan mulai fanatik dan mengafirkan yang lain. Beberapa juga menganggap bahwa masyarakat Mesir saat itu merupakan masyrakat jahiliyah... - [Kitab Syekh Abdul Aziz Al-Ghummari Tentang Hukum Bersentuhan Bagi Non-Mahram](https://numaroko.or.id/kitab-syekh-abdul-aziz-al-ghummari-tentang-hukum-bersentuhan-bagi-non-mahram/): Menolak Tegas Orang Yang Memperbolehkan Berjabat Tangan Dengan Non-Mahram; Terjemah Kitab “شد الوطأة على من أجاز مصافحة المرأة” Karangan Syekh Abdul Aziz Al-Ghummari. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang, puji syukur kepada Allat Swt. yang telah melimpahkan taufik serta hidayah-Nya berupa ilmu pengetahuan, petunjuk, kesehatan, sehingga penulis dapat meyelesaikan penerjemahan kitab yg berjudul “Syaddu Al Watah Ala man Ajaaza Al Mushofahah“. Selawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi Muhammad saw. dan juga keluarga, Sahabat, serta para umat yang senantiasa istiqamah berada pada jalannya. Penerjemahan ini bagian dari harapan PCINU Maroko untuk menjawab problematika kontemporer yangg... - [Majalah Nuswantara Edisi II](https://numaroko.or.id/majalah-nuswantara-edisi-ii/): Majalah Nuswantara Edisi 2; Potret Jejaring Islam Nusantara dan Maghrib Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala & selawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw. Alhamdulillah lagi, akhirnya majalah Nuswantara edisi 2 ini telah sampai pada tangan pembaca. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan lahir batin dan keinginan untuk terus membaca, apapun itu. Pada majalah edisi kedua ini, tentu saja pertama-tamanya untu menindaklanjuti edisi pertama yang bertema “Kilas balik berdirinya PCINU Maroko” dengan 4 fokus, yaitu: Informasi ke-Maroko-an, dakwah, keorganisasian dan pengetahuan umum. Maka sebagai tindakan dari melanjutkan, edisi 2 kali ini kami beri judul “Potret jejaring... - [MAJALAH NUSWANTARA EDISI I](https://numaroko.or.id/majalah-nuswantara-edisi-i/): Majalah Nuswantara Edisi 1; Kilas Balik Berdirinya PCINU Maroko Puji syukur ke hadirat Allah Swt. Tuhan semesta alam. Rab dengan segala rahmat dan kasih sayang-Nya, yang menjadikan kematian dan marabahaya sebagai perantara untuk bertafakur, serta kehidupan dan keselamatan sebagai medium untuk bersyukur. Selawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. kekasih para hati dan pelipur setiap lara, yang kita nantikan syafaatnya di hari pembalasan. Salam takzim kami sampaikan kepada para pembaca majalah perdana NU Maroko, Majalah NUSWANTARA ini. Semoga selalu dalam keadaan hati yang damai dan fisik yang sehat, dimanapun pembaca berada. Sebagai pembuka, Majalah NUSWANTARA terbit dengan... - [Beauty Privilege is Real: Fakta atau Hanya Persepsi?](https://numaroko.or.id/beauty-privilege-is-real-fakta-atau-hanya-persepsi/): Beauty Privilege is Real: Fakta atau Hanya Persepsi? Diskusi PCI Fatayat NU Maroko edisi kali ini bersama sahabat Indriastuti Ramadani, Lc membincang Beauty Privilege; apakah fakta ataukah persepsi belaka? Kata beauty memiliki arti cantik, indah, dan menarik. Sedangkan kata privilege memiliki dua definisi. Pertama, privilege  adalah keuntungan atau hak istimewa yang diberikan kepada individu atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Kedua, privilege adalah faktor-faktor yang menyebabkan seseorang memiliki hak istimewa, seperti ras, gender, kelas sosial, ataupun kondisi fisik. Bisa disimpulkan istilah beauty privilege adalah keuntungan yang diperoleh individu berdasarkan penampilan fisik mereka yang dianggap menarik oleh orang sekitarnya. Tanpa disadari, beauty... - [Konflik Ideologis; NU dan PKI](https://numaroko.or.id/konflik-ideologis-nu-dan-pki/): Menelisik Penyebab Konflik Antara Dua Organisasi dan Bagaimana Perjuangan NU Menumpas Komunisme Masih banyak dari kita mendefinisikan komunis sebagai ‘masyarakat tanpa kelas, di mana semua properti dan kekayaan dimiliki bersama’. Bahkan masih banyak nahdliyyin yang terjebak dalam uraian tersebut. Dengan definisi itu, kita merasa komunis itu ‘kadang’ adil, bahkan ada beberapa pemahaman yang cocok jika diterapkan dalam kehidupan. Tak ada kelas sosial, tak ada si kaya dan si miskin, semuanya mendapatkan haknya. Tapi apakah benar komunis seperti itu? Jikalau benar begitu kenapa partai dengan embel-embel komunis itu tega melakukan kekejaman yang nyata sekali di Indonesia? Apa sebenarnya yang mendasari mereka... - [Umar & Faya; Meneladani Sifat Nabi Ala Gen-Z](https://numaroko.or.id/umar-faya-meneladani-sifat-nabi-ala-gen-z/): Cerita berjudul "Meneladani Sifat Nabi ala Gen-Z, Dimulai dari Diri Sendiri" mengajak kita mengikuti langkah-langkah kecil untuk menjadi lebih baik, dengan gaya yang kekinian dan penuh inspirasi. Yuk ikuti perjalanan Umar dan Faya! Semoga ceritanya bisa membangkitkan semangat hijrah kita! - [Kiblat Kok Beda-Beda, Sahkah Salatnya?](https://numaroko.or.id/kiblat-kok-beda-beda-sahkah-salatnya/): Telaah Kasus Perbedaan Kiblat yang Sering Terjadi Saat Salat Jama’ah di Masjid Maroko Sudah umum diketahui, bahwa istiqbalul kiblat termasuk salah satu dari beberapa syarat sah salat. Dan jika satu saja dari syarat-syarat tersebut bermasalah atau tidak sempurna, maka hal tersebut akan memengaruhi keabsahan salat. Seperti jika seseorang salat dengan membawa najis atau tidak menghadap kiblat, maka salat orang tersebut dianggap tidak sah secara syar’i. Tetapi, ada hal unik yang berhubungan dengan syarat istiqbalul kiblat ini di Maroko yang seringkali terlihat membingungkan. Hal ini bisa kita amati saat mengikuti salat jumat atau salat jama’ah di masjid. Di mana, sering saya... - [Di mana Kedudukan Perempuan Dalam Islam?](https://numaroko.or.id/dimana-kedudukan-perempuan-dalam-islam/): Membedah Buku Nalar Kritis Muslimah; Notula Bedah Buku Fatayat NU Maroko Serial One Month One Book (OMOB) Fatayat kali ini, kita ditemani Sahabat Qoriatus Shufiyah dengan buku pilihannya “Nalar Kritis Muslimah: Refleksi atas Keperempuanan, Kemanusiaan, dan Keislaman”. Buku ini ditulis oleh Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. Seorang alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Khairiyah Hasyim Jombang, Jawa Timur dan Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta. Beliau juga sempat mengenyam pendidikan S-1 di UIN Sunan Kalijaga jurusan Tafsir Hadis, lalu melanjutkan S-2 dan S-3 Prodi Tafsir Hadis Jurusan Ilahiyat di Ankara University, Turki. Dengan ketebalan yang kurang dari 300 halaman, buku ini... - [Menapak Tilas Sejarah Syekh Abdussalam bin Masyisy](https://numaroko.or.id/menapak-tilas-sejarah-syekh-abdussalam-bin-masyisy/): Catatan perjalanan menapak tilas sejarah Syekh Abdussalam bin Masyisy Waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Badan yang lelah setelah melakukan aktivitas seharian bersiap tuk mengistirahatkan diri. Beberapa menit sebelum terlelap, tiba-tiba terdengar notifikasi whatsapp. “Ada yang mau ke makam Moulay Abdussalam bin Masyisy?” Seketika kantuk saya langsung sirna. Notifikasi itu cukup membatalkan rencana tidur saya. Habib Yasin al-Idrissi al-Wazzani, beliaulah yang mengajak saya dan beberapa kawan ziarah ke makam Syekh Moulay Abdussalam bin Masyisy. Beliau tiba di rumah kami di Tetouan pukul dua belas malam. Sebelum berangkat, kami berbincang santai beramah-tamah terlebih dahulu. Terkadang, guyonan Habib Yasin dan yang... - [Bolehkah Membayar Zakat Ternak Dengan Uang?](https://numaroko.or.id/bolehkah-membayar-zakat-ternak-dengan-uang/): Hukum Membayar Zakat Ternak Dengan Uang Hasil Musyawarah Fathul Qarib Lakpesdam PCINU Maroko, Jum’at, 16 Rabi’ul Awal/ 20 September 2024 M Zakat kepemilikan hewan ternak seringkali tak lepas dari dinamika sosial yang melahirkan sebuah pertanyaan dalam perspektif fikih. Seringkali masyarakat bertanya-tanya apakah pembayaran zakat hewan ternak dengan uang ini diperbolehkan? Dalam arti mengganti tanggungan zakat dengan nominal hewan ternak yang wajib dibayarkan. Pertanyaan: Apakah diperbolehkan pembayaran zakat hewan ternak menggunakan uang sebesar nominal harga hewan yang wajib dikeluarkan untuk zakat? Jawaban: Menurut jumhur Mazhab Syafi’i hukumnya tidak diperbolehkan. Tetapi, ada beberapa ulama Mazhab Syafi’i memperbolehkan jika ditemukan ‘udzur atau dhorurat. Bahkan Ulama... - [Muqaddimah Al-Qaanunil Asaasy: Garis Perjuangan dan Jati Diri NU](https://numaroko.or.id/muqaddimah-al-qaanunil-asaasy-garis-perjuangan-dan-jati-diri-nu/): Muqaddimah Al-Qaanunil Asaasy li Jam’iyyah Nahdlatil Ulama Pidato Hadratussyekh Hasyim Asy’ari pada saat didirikannya NU pada 16 Rajab 1344 H di Surabaya, sebagai garis perjuangan dan jati diri NU. (Diterjemahkan oleh KH. A. Mustofa Bisri, Rembang, Menjelang Muktamar ke-27 NU) Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada hamba-Nya agar menjadi pemberi peringatan kepada sekalian umat” dan “menganugerahinya hikmat serta ilmu tentang sesuatu yang ia kehendaki.” “Dan barangsiapa di anugerahi hikmah, maka benar benar mendapat keberuntungan yang melimpah.”  (Al-Furqon: 1; Al-Baqarah: 251; Al-Baqarah: 269) Allah Taala berfirman (yang artinya): “Wahai Nabi, aku utus engkau sebagai saksi, pemberi kabar gembira... - [Mengutamakan Nabi Muhammad Saw.: Bolehkah?](https://numaroko.or.id/mengutamakan-nabi-muhammad-saw-bolehkah/): Mengutamakan Nabi Muhammad Saw. di Atas Nabi-Nabi yang Lain: Bolehkah? Perilaku mengidolakan tokoh telah menjadi tabiat manusia. Setiap orang tentu memiliki idola. Mengidolakan artis semisal, para fans amat mencintai si artis. Bahkan seringkali sampai pada tahap yang berlebihan; menganggap idola lebih unggul dibanding yang lainnya. Perilaku tersebut juga terjadi mana kala kita mencintai Nabi Muhammad saw. Mengidolakannya dan mengikuti langkahnya merupakan jalan seorang muslim. Sehingga perilaku melebihkan Nabi dibandingkan nabi-nabi yang lain tentu dirasakan oleh setiap muslim. Namun apakah perilaku demikian diperbolehkan? Membanding-bandingkan satu nabi di atas nabi yang lainnya. Atau justru sebetulnya seluruh nabi pada hakikatnya sama, sehingga perilaku... - [Penukaran Uang Dirham-Rupiah: Halalkah?](https://numaroko.or.id/penukaran-uang-dirham-rupiah-halal-kah/): Halal Haram Penukaran Uang Dirham Rupiah Hasil Bahtsul Masail Lakpesdam PCINU Maroko, Jum’at, 28 Dzulhijjah 1445 H/ 05 Juli 2024 M Majunya teknologi memudahkan banyak aktivitas manusia, salah satunya dalam bertransaksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini juga dirasakan oleh Zaid yang merupakan seorang mahasiswa Indonesia di Maroko. Setiap bulannya dia mendapat kiriman uang saku dari orang tuanya melalui jasa tukar dirham-rupiah. Jasa ini dibuka oleh salah seorang teman Zaid yang bernama Hasan. Hasan, dalam jasa ini menggunakan mekanisme tertentu: pihak pengirim mengirim uang rupiah via transfer ke rekening Indonesia milik Hasan, yang kemudian Hasan mengirim dirham ke konsumennya melalui... - [Malam Puncak Harlah PCINU Maroko, Dubes: Jangan Jumud!](https://numaroko.or.id/malam-puncak-harlah-pcinu-maroko-dubes-jangan-jumud/): Malam Puncak Harlah PCINU Maroko, Dubes: Jangan Jumud! Rabat, 17 September 2024 – NU Maroko menuntaskan rangkaian acara peringatan Harlah PCINU yang ke-13 pada Selasa, 17 September 2024, petang waktu Rabat. Berlangsung di Sekretariat PPI Maroko, acara ini dihadiri oleh Bapak Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Mauritania, Drs. Hasrul Azwar, M.M. dan segenap warga Nahdliyin dari berbagai kota di Maroko: Rabat, Casablanca, Kenitra, Fes, Marrakesh, hingga Oujda. Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Maroko itu merupakan puncak rangkaian acara peringatan Harlah PCINU yang sebelumnya diawali dengan Bakti Sosial LAZISNU Maroko bersama Fatayat NU... - [PCINU Maroko Adakan Bakti Sosial](https://numaroko.or.id/harlah-ke-13-pcinu-maroko-adakan-bakti-sosial/): Peringati Harlah Ke-13: PCINU Maroko Adakan Bakti Sosial Rabat, 17 September 2024 – Lembaga Amil Zakat, Infaq, & Shodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Maroko bersama Fatayat NU Maroko mengadakan bakti sosial untuk warga sekitar yang membutuhkan. Baksos ini diadakan di Distrik Saknia, Kota Kenitra. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan Harlah PCINU Maroko yang ke-13. Acara dibuka dengan penyampaian sambutan dan arahan oleh ketua pelaksana, Ahmad Mutamakkin Fawaaid, Lc. pada sore hari pukul 17.00 waktu setempat yang kemudian dilanjut dengan doa bersama. “Harapannya acara ini bisa menjadi berkah dan manfaat bagi warga dan mempererat tali silaturahmi dengan warga setempat. Semoga acara... - [PCINU Maroko Adakan Kajian Peringatan Maulid Nabi](https://numaroko.or.id/pcinu-adakan-kajian-peringatan-maulid-nabi/): PCINU Adakan Kajian Peringatan Maulid Nabi: Lebih Mengenal Sang Nabi Peringati Hari yang Penuh Rahmat Ilahi Rabat, 15 September 2024 – Memperingati Maulid Nabi 1446 Hijriyah, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Maroko mengadakan pengajian Kitab “Bidayatus Sul Fi Tafdhilir Rosul” karya Imam Izzuddin bin Abdus Salam (w. 1262 M). Acara ini diisi oleh kandidat doktoral Insitut Dar el-Hadith el-Hassania, Maroko, Ust. Muhammad Iqbal Mansury dan dipandu oleh Muhammad Nabil berlangsung via zoom dan live youtube PCINU Maroko. Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko masa khidmah 2024-2026, Moch. Cholilur Rahman, Lc. berharap agar acara ini bisa semakin mendekatkan dan mengenalkan kita kepada Baginda... - [Wad Makhazin: Pertempuran Tiga Raja](https://numaroko.or.id/wad-makhazin-pertempuran-tiga-raja/): Dalam sejarah, pergantian suksesi pemerintahan selalu mengguncang stabilitas sebuah negara. Momentum seperti ini biasanya digunakan baik oleh pihak internal atau eksternal untuk merebut tahta dan atau memperlebar sayap kekuasaan. Sebagai contoh, krisis politik pasca wafatnya nabi Muhammad saw. yang dengan tanpa mengisbatkan pemangku jabatan khilafah setelah beliau berakibat pada terpecahnya kelompok Islam menjadi dua bagian—pendukung Abu Bakr dan pendukung Ali. Atau perang saudara kerajaan Demak Bintoro antara Sunan Prawoto dan Arya Penangsang yang disebabkan karena kosongnya kursi raja pascawafatnya ayah Sunan Prawoto, Sultan Trenggono. Perang-perang sebagaimana di atas biasanya diaktori oleh orang-orang yang dulunya berjalan bersama satu tujuan, namun hanya... - [Fatayat NU Maroko](https://numaroko.or.id/fatayat-nu-maroko/): Fatayat NU adalah organisasi pemudi atau perempuan muda Islam berhaluan ahlussunnah wal jamaah yang merupakan badan otonom dari Nahdlatul Ulama (NU). Fatayat didirikan pada 7 Rajab 1369 H/24 April 1950 M di Surabaya. Terbentuknya Fatayat NU Maroko sendiri, bermula pada tahun 2010 dengan diumumkan pengiriman kader NU ke Maroko untuk melanjutkan studi, dengan jumlah penerimaan sebanyak 14 orang untuk program S1 dan 5 orang untuk program S2. Para kader ini tiba di Maroko pada bulan September 2010. Setahun kemudian, pada tahun 2011, Kiai Maimun Zubair melakukan kunjungan ke Maroko untuk meresmikan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko. Pada momen... - [Resensi: “Belajar Hidup Dari Rumi”](https://numaroko.or.id/resensi-belajar-hidup-dari-rumi/): Maulana Rumi Berpuisi Kepada Tuhannya, Bercinta Lewat Kata بسم الله الرحمن الرحيم Sajak-sajak yang menyelundup ke dalam hati sanubari setiap insan, menyelami samudra kata yang indah, menyuburkan jiwa-jiwa yang tandus, dan menyulap gelap gulita menjelma cahaya yang memancarkan aroma Tuhan yang Maha Tunggal, yang Maha Indah dari segala bentuk keindahan. Bentangan cakrawala terbuka, diksi-diksi Rumi mengetuk dengan penuh kemesraan merayu Tuhannya yang menjadi satu-satunya dzat yang sangat manis yang didambakan oleh semua manusia. Begitulah cara Maulana Rumi berpuisi kepada Tuhannya, bercinta lewat kata. Cinta adalah segala-galanya bagi Rumi. Dalam gubahan puisinya, ia menulis: Karena cinta pahit berubah menjadi manis, karena... - [PCINU Maroko: Profil Singkat](https://numaroko.or.id/pcinu-maroko-profil-singkat/): Pada 17 September 2011, bertepatan dengan 18 Syawal 1432 H, KH. Maimoen Zubair—atau yang akrab dengan sapaan Mbah Moen—mendeklarasikan PCINU Maroko dengan semangat yang sama dengan pendiri NU dahulunya, Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratusyekh KH. Hasyim Asyari. PCINU Maroko menjadi perpanjangan tangan PBNU dalam mendakwahkan paham Aswaja ala mazhab fikih yang empat. Dalam usianya yang kini remaja, NU Maroko telah berhasil menjalankan komitmen kebermanfaatan bagi warganya dan umat. Hal ini bisa dilihat dari program-programnya, baik di bidang pendidikan, keagamaan maupun sosial. Di antara program-program NU maroko adalah Ma’ridl, NU Maroko beritikad menyajikan turas Indonesia yang berbahasa Arab di tengah akademisi... - [Cordoba: Kebangkitan Peradaban Islam](https://numaroko.or.id/cordoba-kebangkitan-peradaban-islam/): Cordoba: Kebangkitan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Islam Dalam perjalanannya, Islam berhasil menguasai Andalusia pada tahun 91 H pada masa kekhalifahan al-Walid bin Abdulmalik dari Dinasti Umayyah. Di bawah pemerintahan penakluk sekaligus gubernur Andalusia Musa bin Nushair dan penerusnya Andalusia tidak menunjukkan kemajuan berarti. Mengingat pula pada masa-masa itu merupakan pembangunan pemerintahan Andalusia secara umum. Hingga keruntuhan Dinasti Umayyah, datanglah sisa-sisa Bani Marwan yaitu Abdurrahman bin Hisyam. Pelarian pemuda Abdurrahman inilah yang selanjutnya membawa fajar ke Andalusia. Bibit Dinasti Umayyah jilid 2 menjadikan Cordoba sebagai pusat pemerintahannya. Sebagaimana yang diletakkan oleh Abdurrahman bin Hisyam Cordoba tumbuh menjadi kota yang setara dengan... - [Konfercab VII PCINU Maroko](https://numaroko.or.id/konfercab-vii-pcinu-maroko/): Konferensi Cabang VII PCINU Maroko: Khidmah yang Lebih Optimal untuk Jam’iyyah Rabat, 12 Juli 2024 – PCINU Maroko sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang ketujuh pada Selasa—Jumat, 9—12 Juli 2024. Rangkaian acara yang dilaksanakan di Auditorium Abdellah EL Aroui, Madinat Irfan, Kota Rabat. Dihadiri oleh segenap warga Nahdliyin dari berbagai kota di Maroko. Sebelumnya, telah terlaksana pula rangkaian acara prakonfercab: Pameran Kitab Nusantara pada Rabu, 3 Juli 2024 dan Bahtsul Masail pada Jumat, 5 Juli 2024 lalu. Konfercab VII menjadi forum tertinggi PCINU Maroko tahun ini. Dengan membawa tema “Optimalisasi Khidmah untuk Mashlahah Jam’iyyah”, M. Arief Arafat, Lc., Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko... ## Pages - [PCINU Adakan Kajian Peringatan Maulid Nabi](https://numaroko.or.id/pcinu-gelar-kajian-peringatan-maulid-nabi/): PCINU Adakan Kajian Peringatan Maulid Nabi: Lebih Mengenal Sang Nabi Peringati Hari yang Penuh Rahmat Ilahi Rabat, 15 September 2024 – Memperingati Maulid Nabi 1446 Hijriyah, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Maroko mengadakan pengajian Kitab “Bidayatus Sul Fi Tafdhilir Rosul” karya Imam Izzuddin bin Abdus Salam (w. 1262 M). Acara ini diisi oleh kandidat doktoral Insitut Dar el-Hadith el-Hassania, Maroko, Ust. Muhammad Iqbal Mansury dan dipandu oleh Muhammad Nabil berlangsung via zoom dan live youtube PCINU Maroko. Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko masa khidmah 2024-2026, Moch. Cholilur Rahman, Lc. berharap agar acara ini bisa semakin mendekatkan dan mengenalkan kita kepada Baginda... [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)