Tips Menyemarakkan Pemilu 2024 di Maroko

Rubrik: Tips-Tips

Pada 14 Februari 2024 mendatang seluruh warga negara Indonesia akan menggunakan hak suaranya untuk menentukan masa depan Indonesia sampai lima tahun selanjutnya. Tak terkecuali warga negara Indonesia yang berada di Maroko. Menuju hari penyelanggaraan Pemilu 2024, apa saja yang harus dilakukan? Lakukan 3 tips berikut!

  1. Pastikan kamu termasuk pemilih dalam pemilu

Berdasarkan Pasal 1 PKPU No.7 tahun 2022, yang dimaksud dengan pemilih dalam pemilu adalah warga negara Indonesia yang sudah genap berumur 17 tahun atau lebih, sudah kawin, atau sudah pernah kawin. Namun tidak semua warga negara Indonesia yang termasuk dalam kriteria tersebut bisa terdaftar sebagai pemilih.

Terdapat beberapa syarat yang harus diketahui untuk terdaftar sebagai pemilih. Mengutip dari detiknews, di antaranya yaitu genap berusia 17 tahun, tidak sedang dicabut hak pilihnya, berdomisili di daerah pemilihan sesuai ktp atau berdomisili di luar negeri yang dibuktikan dengan KTP-el, paspor, dan/atau Surat Perjalanan Laksana Paspor, dan tidak sedang menjadi anggota TNI atau Polri.

Apakah kamu sudah memenuhi syarat untuk terdaftar sebagai pemilih? Jika sudah memenuhi syarat tersebut, pastikan nama kamu sudah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan di https://cekdptonline.kpu.go.id. Jika belum terdaftar, silahkan menghubungi Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Rabat.

  • Kenali profil calon presiden dan calon wakil presiden

Sebelum memutuskan untuk memilih seorang pemimpin, alangkah baiknya untuk mengetahui sosoknya terlebih dahulu. Seperti dikatakan pepatah, tak kenal maka tak sayang. Maka dari itu, kenalilah profil para calon presiden dan calon wakil presiden dengan baik agar dapat memahami maksud dan tujuan dari pasangan calon.

Perhatikan visi dan misi dari pasangan calon apakah sudah relevan dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Pilihlah calon pemimpin yang visi dan misinya selaras dengan orientasi kamu untuk Indonesia di masa mendatang. Pemimpin dengan program kerja terukur dan realistis untuk dijalankan. Tentunya pemimpin yang mengikuti jejak suri tauladan dan sosok panutan dalam memimpin umat, Rasulullah SAW. Pemimpin yang jujur, amanah, bertanggung jawab, cerdas, dan memiliki keahlian yang meliputi berbagai hal termasuk keahlian dalam menata kewarganegaraan.

Selain visi dan misi, pertimbangkan pilihanmu melalui sejumlah aspek. Salah satunya melalui rekam jejak terdahulu yang dimiliki setiap calon presiden. Kamu bisa mencari tahu terkait informasi tersebut melalui daring di google atau di platform yang mendukung pemilu seperti bijakmemilih untuk membantu mengenali profil pasangan calon presiden dan wakil presiden.

  • Jadilah pemilih yang aktif dan kritis

Kenapa harus menjadi pemilih yang aktif dan kritis? Karena dari pemilih yang aktif dan kritis akan terwujud pemilu yang berintegritas dan berkualitas. Untuk itu, seringlah mengikuti acara-acara daring yang dihadiri oleh para calon pemimpin kita agar dapat menggali lebih dalam karakter para calon pemimpin melalui ungkapan gagasannya dan bagaimana tanggapan-tanggapannya terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Selain itu, kamu juga harus aktif mengikuti perkembangan informasi terkait pemilu. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti media sosial milik KPU maupun media sosial milik PPLN Rabat.

Dilansir dari laman milik KPU, sebanyak 55% pemilih untuk pemilu 2024 didominasi generasi muda, loh! Ayo gunakan hak pilih kamu dengan cerdas juga bijak dan jangan sampai golput ya! Pilih sebaik-baik pemimpin berdasarkan pertimbangan kamu dan sebaik-baik pemimpin menurut Rasulullah SAW. Seorang pemimpin yang mencintai rakyatnya dan dicintai oleh rakyatnya sebagaimana dalam sabdanya:


خِيارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ ويُحِبُّونَكُمْ، ويُصَلُّونَ علَيْكُم وتُصَلُّونَ عليهم، وشِرارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ ويُبْغِضُونَكُمْ، وتَلْعَنُونَهُمْ ويَلْعَنُونَكُمْ

Artinya: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, kalian mendo’akan mereka dan mereka pun mendo’akan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (Hadits riwayat Imam Muslim).

Kontributor dan editor: Tim Redaksi Majalah Nuswantara edisi 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *