RESENSI SERIES “CRASHING EID”

RESENSI SERIES “CRASHING EID”: RELEVANSI BUDAYA MASYARAKAT ARAB SAUDI DENGAN MASYARAKAT MODERN

Series yang rilis di Netflix pada 15 November 2023 ini mengangkat tema yang cukup kontroversial untuk dibahas, budaya pernikahan dan menikahkan pada masyarakat Arab Saudi. Series ini berusaha menyampaikan beberapa pesan di antaranya yakni, bagaimana masyarakat Arab Saudi menganggap bangsa Pakistan sebagai masyarakat kelas dua, budaya perkawinan di Arab Saudi yang nyatanya banyak yang tidak membawa kedua orang yang menikah mencapai tujuan utama pernikahan, yakni kebahagiaan, juga gambaran ironi yang terjadi pada masyarakat Arab Saudi bahwa kekerasan pada perempuan dapat terjadi bahkan dalam lingkungan terkecil sekalipun, yakni keluarga. Disampaikan pula bahwa dominasi laki laki masih begitu jelas terjadi di Arab Saudi. Hal hal tersebut menjadi isu yang menarik untuk dibahas, terkait relevansi budaya yang kemudian membentuk stigma pada masyarakat Arab Saudi. Bila dikaitkan dengan norma agama, aturan pernikahan dalam agama resmi Saudi, yakni Islam, tidak melarang pernikahan antar-bangsa. Dalam aturan Islam juga, terdapat kewajiban memuliakan istri dalam rumah tangga. 

Series ini mengisahkan perjuangan seorang perempuan berkebangsaan Arab Saudi Bernama Razan yang diperankan oleh Summer Shesha, yang ingin melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, laki laki berkebangsaan Inggris keturunan Pakistan bernama Sameer yang diperankan oleh Hamza Haq. Niat baik keduanya mendapat pertentangan dari masing-masing keluarga mereka. Ayah Razan, Hassan yang diperankan oleh Khalid Alharbi, dan ibu Razan, Mona, jelas menentang pernikahan keduanya, sebab stigma kurang baik masyarakat Saudi terhadap bangsa Pakistan. Selain daripada itu, dikisahkan pula bagaimana perspektif patriarkal turut mempengaruhi objektifitas pemikiran Mona tentang perceraian Razan. Diceritakan juga perebutan hak asuh anak antara Sofyan, yang diperankan oleh Yassir Alsaggaf, dengan mantan istrinya, juga perjalanan Lamar, anak Razan dari pernikahan pertamanya, yang diperankan oleh Bateel Nabeel, mencari jawaban mengapa ia menjadi anak yang dibesarkan tanpa ayah. 

Series yamg disutradarai oleh Ali Alattas dan Said Zagha ini memiliki empat episode dengan rata-rata berdurasi sekitar 45 menit pada setiap episodenya. Sesuai judulnya, setting cerita terjadi pada bulan Ramadan menjelang hari raya Idul Fitri, dan bertempat di Arab Saudi. Series ini disajikan dalam Bahasa Arab aksen Saudi. 

Sejak scene awal series ini, sudah menyajikan nuansa konflik yang terlihat dari adegan Razan yang menyatakan niatannya untuk menikahi Sameer namun keduanya ragu orang tua Razan akan menyetujui rencana mereka.  Razan, adalah seorang perempuan asal Arab Saudi yang berkuliah dan bekerja di London. Di London Razan bertemu dan jatuh cinta dengan Sameer. Pada episode pertama series ini, menceritakan bagaimana Razan mengajak pacarnya tersebut untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Sameer yang pernah bekerja di Arab Saudi awalnya sempat ragu apakah pernikahan mereka akan direstui oleh keluarga Razan sebab adat masyarakat Saudi yang menganggap keturunan Pakistan adalah masyarakat kelas dua. Walau begitu, Razan kemudian mampu meyakinkan Sameer agar menyetujui ajakannya untuk menikah. Razan dan Lamar, kemudian berangkat ke Arab Saudi untuk meminta restu kepada orang tua Razan. Sesampainya mereka di rumah orang tua Razan, Razan dan putrinya terus mencari cara bagaimana dapat memulai pembicaraan pada kedua orang tua Razan yakni Hasan dan Mona terkait maksud pernikahan Razan dengan Sameer. Selagi Razan mencari cara, tanpa diduga Sameer menyusulnya ke Saudi tanpa sepengetahuan Razan sebab dalam pembicaraan di telepon Razan mengatakan bahwa ia telah meminta restu dan berbicara pada orang tuanya. Penyampaian pesan bagaimana bangsa Pakistan dianggap sebagai masyarakat kelas dua, tergambar pada satu runtutan adegan ketika Sameer datang. Hassan yang sedang menunggu kedatangan tukang panggilan, mengira Sameer adalah tukang yang ia panggil ke rumahnya, hanya karena Sameer orang Pakistan. Razan dan Lamar yang terkejut akan kedatangan Sameer, kemudian menutupi maksud awal kedatangannya pada keluarga besar mereka. 

Sebuah gambar berisi Wajah manusia, senyum, pria, pakaianDeskripsi dibuat secara otomatis

Pada episode kedua, Razan dan putrinya yang masih belum memberanikan diri untuk membicarakan maksud kedatangan Sameer ke Rumah mereka, terus menyembunyikan apa maksud kedatangan Sameer, hingga pada momen berbuka puasa, Sameer yang tidak tahu bahwa Razan belum berbicara pada orang tuanya, mengatakan pada Hasan dan Sofyan, bahwa maksud kedatangannya adalah untuk melamar Razan. Sontak hal ini menimbulkan kegaduhan pada keluarga Razan sebab seperti yang telah mereka duga, pernikahan antara Razan yang merupakan warga Saudi dengan Sameer yang keturunan Pakistan tidak akan direstui keluarganya. Konflik pun dimulai dengan pertentangan demi pertentangan dimana semua anggota keluarga Razan tidak menyetujuinya. Konflik diperparah dengan ketidaksetujuan orang tua Sameer pada rencana pernikahan mereka. Orang tua Sameer menganggap Razan terlalu sebagai perempuan yang terlalu mendominasi dalam hubungan mereka. Di tengah pusara konflik antara Razan, Sameer, dan kedua Orang tua Razan, series ini juga menyisipkan cerita perebutan hak asuh antara Sofyan yang merupakan adik Razan dengan mantan istrinya. Sofyan yang sangat menyayangi putranya, mendapat tantangan dari mantan istrinya yang tidak menginginkan Sofyan untuk menemui putranya; mulai dari memeras sofyan setiap kali ia ingin bertemu anaknya, hingga memfitnah Sofyan bahwa ia memukul anaknya sehingga Sofyan tidak dapat menemui anaknya. Selain itu, series ini juga menceritakan konflik antara Razan dengan putrinya Lamar sebab ketidaktahuan lamar atas perilaku mantan ayahnya terhadap ibunya, Razan. Lamar yang awalnya menyalahkan Razan atas perceraiannya dengan suaminya yang menyebabkan Lamar kehilangan sosok ayah, kemudian memahami alasan mengapa ibunya menceraikan ayahnya sebab ibunya selalu mendapatkan perlakuan kasar. 

Pada episode ke empat, menceritakan kesimpulan dari series ini, dimana konflik dapat diselesaikan setelah kedua orang tua Razan menyadari bahwa Sameer adalah pria yang baik untuk Razan. Hasan dan istrinya, Mona, merestui pernikahan putri mereka dengan sameer setelah ia memohon petunjuk pada Allah dan diberi isyarat melalui seseorang yang tidak sengaja memasuki halaman rumahnya. Mona merestui pernikahan Razan, setelah melihat foto bukti kekerasan yang dilakukan mantan suami Razan terhadap anaknya. Pandangan Mona yang semula selalu menyalahkan Razan sebab banyak perlakuan Razan di masa lalu yang sering membuat Mona kecewa, berubah menjadi mendukung kebahagiaan Razan. Series ini di akhiri dengan adegan berangkatnya Razan, Sameer dan Lamar ke London untuk meminta restu dari keluarga Sameer. 

Sebuah gambar berisi orang, Wajah manusia, pakaian, senyumDeskripsi dibuat secara otomatis

Series ini dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dengan sangat baik. Kritik terhadap aturan aturan sosial yang dianggap sudah tidak relevan dengan masyarakat modern dan melukai nilai kemanusiaan, dikemas dalam sebuah konflik sederhana yang mudah dipahami. Saya memberikan rating 9/10 untuk series ini. Selain itu, penggambaran karakter dan latar belakang pembentuk setiap karakter juga dijelaskan secara ringan dan menghibur. Visualisasi dan latar peristiwa juga digambarkan sesuai dengan tema series ini; futuristik. Sedangkan Saya tidak menemukan kekurangan berarti dalam series ini. Segala aspek pendukung dikemas dengan sangat baik.

Kontributor: Muhammad Sidqon Siroj

Editor: Wafal Hana

baca juga: Musyawarah Fathul Qorib Salat khauf

Instagram PCINU Maroko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *