Tak Ada Langit Berbicara

0
333

Karya: Bangkit Prayogo

Di sana tak ada langit berbicara

lukisan pembebasan menjerit di hadapan mata

meminta gelombang laut dalam pemburuan

yang tenggelam mati di depan ilusi

Tuhan tak akan diam

melihat tulang-tulang anak kecil beterbarang

di tembok yang berkarat

di tiang-tiang listrik yang berdusta

di depan sebuah caffe yang menjual dosa

Sebuah lagu melayang di hadapanNya

kata mereka, kaulah pengirim kabut-kabut itu

memicing air hujan yang tak berdebu

suatu musim di tahun yang kering

manusia berperang tanpa pikiran

di hatinya adalah gelombang laut yang abadi

Apa kalian tahu siapa yang menderita?

tak ada suara yang bungkam, jika angin menepuk

ratusan malaikat yang dipenggal harapan

cahaya turun dari atas langit

sebuah gerbang berlambang senja menahan tangis

di antara guguran hujan di musim kelabu ini

“Bebaskan aku, Tuhan!” seorang anak gadis menjerit

Di tengah kota yang berhamburan debu air mata

dia melumat doa di dalam jantungya

keabadian itu terletak di antara pelukan

yang menulis kenangan dengan senyum rindu, cinta

dan kedipan mata yang melumat hujan di hatiNya

Di sana tak ada lagi langit berbicara

goresan darah berkobar di dahan pohon cemara

di pagi hari

di suatu masa kusam yang tak bernada elegi

aku dengar jeritan yang menggigilkan mimpi

Di sana, di Aleppo, Gaza, Suriah dan negara yang berpasir api

orang-orang berdiri dalam ketakutan

anak-anak menangis di setiap lagu malam

ibu-ibu menanak nasi dalam rasa kebencian

Tuhan menurunkan cahaya senja, di depan kursi tua

laut tertidur, daun-daun kering terbakar di antara mata

tubuh-tubuh manusia terangkat doa-doa yang putih

Di atas senja yang terakhir kalinya

mereka memeluk seluruh tubuh dengan asmara

tak ada kepala yang penuh dendam di mataNya

kembalilah pada suara itu

kalian akan membeku bersama ilalang lugu

di langit saat pagi membias di sekitar jendela

aku lihat waktu berjalan bersama kabut hitam

menuju jalan langit yang patah di hantam pelukan

selamanya

bersama malaikat yang memeluk tubuh kita

dengan cinta kasih yang terpendam abadi

bernama damai yang tak akan memutih pasi

***

Bangkit Prayogo

diambil dari buku antologi PCINU Maroko

100 karya terbaik lomba

‘sayembara santri menulis: pesan damai untuk seluruh manusia’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here