“Perempuan di Titik Nol”


cipt. Nawal el-Sa’adawi

Pemateri : Rona Alyfah Hijriyyah
Notulen : Maysa Sonia AR

Pada hari Sabtu, 2 Maret 2019, Fatayat NU Maroko mengadakan acara bulanan OMOB (One Month One Book) yang membahas buku karangan seorang psikiater, jurnalis, feminis merangkap penulis kenamaan Mesir, Nawal el-Sa’adawi.

Buku ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita dalam mempertahankan kehormatannya sebagai seorang manusia yang ia percayai. Tokoh utama yang bernama Firdaus adalah seorang perempuan yang telah mengalami kekerasan seksual semenjak kecil. Ayahnya adalah seseorang yang sangat egois dan tidak menyayanginya sehingga ia tumbuh sebagai anak yang kurang kasih sayang. Meski begitu, Firdaus merupakan murid yang sangat cerdas di sekolah, namun karena kendala ekonomi ia tidak dapat melanjutkan sekolahnya.

Firdaus kemudian menikah dengan seorang syaikh berumur 60 tahun, kehidupan pernikahan yang menyiksanya membuat ia melarikan diri dan bertemu seorang germo yang kemudian mengajarkannya bahwa tubuhnya memiliki harga untuk diperjualbelikan dan membuat ia menerima ia sebagai seorang penjaja seks komersial.

Kehidupannya sempat berjalan baik sebelum kemudian hancur kembali ketika dia jatuh cinta kepada seorang lelaki yang telah bertunangan. Ia kembali menekuni pekerjaan lamanya.
Pada kali ini, ia memiliki keberanian untuk membunuh germonya yang menyebabkan ia dipidana dan divonis hukuman mati. Firdaus merasa bangga dan menolak grasi dari Presiden atas dirinya. Ia menganggap bahwa hukuman mati adalah jalan satu-satunya menuju kebebasan yang ia percayai.

Adapun poin-poin yang dapat dirangkum dari kisah ini adalah :
• Pentingnya pendidikan bagi laki-laki dan perempuan dalam hak dan kewajiban masing-masing.
• Dunia masih condong pada budaya patriarkisme.
• Prostitusi merupakan pekerjaan paling kuno di dunia dan menghapusnya adalah pekerjaan yang mustahil, sehingga orang-orang seperti itu harus diberi tempat sehingga tidak merambah ke tempat lain seperti sekolah yang nanti akan berdampak lebih buruk.
• Prostitusi yang dilakukan secara sukarela adalah urusan individu masing-masing, namun yang menjadi masalah adalah ketika prostitusi dilakukan secara paksa via human trafficking, germo dll. Karena termasuk dalam pelanggaran HAM

1 thought on ““Perempuan di Titik Nol”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *