KEAMANAN DI MAROKO

dok: https://www.moroccoworldnews.com/2016/05/186778/moroccan-police-to-change-its-look/

Pada umumnya, Maroko adalah negara yang aman dan nyaman untuk ditempati, khususnya bagi pelajar Indonesia yang hendak belajar di negeri Seribu Benteng, karena faktor keamanan merupakan salah satu tolak ukur pelajar Indonesia untuk belajar di suatu negara tertentu, semakin aman dari berbagai konflik, tindak kriminalitas dan sebagainya, maka semakin mantap pula para mahasiswa untuk belajar dan menempati negara tersebut.

Melihat banyaknya pelajar Indonesia di luar negeri, khususnya di Timur Tengah dan Afrika yang terkena ancaman konflik yang memanas, korban kejahatan atau krisis ekonomi sehingga proses belajar-mengajar pun menjadi terganggu, alhasil mereka terpaksa pulang ke Tanah Air sebelum menyelesaikan masa studinya. Oleh karena itu, penting sekali bagi pelajar yang hendak merantau ke luar negeri untuk mencari informasi terlebih dahulu tentang situasi dan kondisi negara yang akan dituju.

Berikut saya tuliskan mengenai keadaan Maroko saat ini. Lantas sejauh manakah tingkat keamanan Maroko dibanding negara-negara lainnya khususnya di Timur Tengah dan Afrika?

Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Jennifer Rubin dari surat kabar The Washington Post, ia mengatakan bahwa Morocco is a different kind of Muslim, yang berarti Maroko adalah negara muslim yang berbeda dari lainnya[1]. Walaupun ia merupakan negara yang 98,7% penduduknya muslim, akan tetapi negara ini benar-benar menjamin kebebasan beribadah bagi semua etnis agama, sehingga saat ini dicatat masih ada puluhan ribu komunitas penting Kristen dan komunitas Yahudi di Maroko. Karena menurut penelitian Jennifer, banyak kaum Kristen di negara-negara muslim lainnya mendapat ancaman teror bahkan sampai dibunuh, sementara Maroko menghindari terjadinya kekerasan dan sikap rasisme etnis dan golongan seperti itu. Oleh karenanya, layaklah Maroko dijuluki sebagai salah satu contoh negara muslim terbaik.

Selain itu, alasan mengapa banyak pelajar Indonesia yang mengambil studi agama ke Maroko adalah karena kesamaan karakteristik serta nilai-nilai yang dianut oleh Maroko dan Indonesia. Kedua negara ini berbagi kesamaan nilai-nilai toleransi dan moderat, meski merupakan negara yang sama-sama memiliki penduduk mayoritas muslim. Namun hal itu tidak menjadikan Maroko ataupun Indonesia sebagai negara Islam[2].

Dari kesimpulan di atas, dapat dipahami dari sisi kedaulatan bahwa Maroko adalah negara yang paling aman diantara negara-negara muslim di Timur Tengah dan Afrika selama ini. Ditambah lagi, kedekatan Duta Besar Republik Indonesia di Maroko kepada para mahasiswa yang belajar di sini akan selalu melindungi warga negaranya dari segala bentuk gangguan dan ancaman yang diterimanya.

  • Minimnya Konflik di Maroko

Sejak tahun 1975 Maroko pernah mengalami konflik dengan Sahara Barat karena adanya keinginan Maroko untuk menguasai sebagian wilayah Sahara barat yaitu Saguia El Hamra hal ini terjadi pada saat Spanyol memberikan kemerdekaan kepada Sahara Barat melalui Kesepakatan Madrid 1975. Pada saat itu, Maroko langsung mengambil alih Saguia El Hamra sedangkan Mauritania mengambil alih Rio De Oro. Pada saat yang sama gerakan pembebasan Polisario yang di dukung oleh Aljazair juga memproklamasikan Republik Demokratik Arab Sahrawi sehingga menimbulkan pemberontakan yang dilakukan oleh Front Polisario yang merupakan sebuah gerakan pembebasan terhadap penjajahan Maroko. Pemberontakan ini dilakukan untuk mewakili bentuk protes Republik Arab Sahrawi. Berbagai macam usaha penyelesaian konflik tersebut telah dilakukan namun hingga saat ini belum menemukan solusi. Langkah-langkah yang telah, sedang dan akan ditempuh dalam rangka kontribusi penyelesaian konflik baik melalui forum seminar, diplomasi bahkan sampai angkat senjata dan lain-lain, atau melibatkan berbagai lembaga internasional seperti PBB sebagai mediator.[3] Namun dengan demokrasi sejati dapat memecahkan masalah sengketa sampai saat ini.

  • Tingkat Kriminalitas di Maroko

Kejahatan akan bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja. Walaupun saat ini Maroko adalah negara yang aman, masyarakatnya ramah, akan tetapi kejahatan juga memungkinkan terjadi kepada para pelajar Indonesia yang belajar di Maroko, oleh karena itu tetaplah penting bagi pelajar agar melakukan tindakan pencegahan guna mengurangi kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Berikut saya berikan tips – tips demi menjaga keamanan di Maroko :

Seumpama pelajar sedang berada di luar dengan teman atau sendiri, berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat:

Selalu ketahui bagaimana cara pulang ke rumah, terutama pada malam hari. Karena kemungkinan jarak antara kampus dengan tempat tinggal jauh.

Usahakan untuk bepergian dengan teman atau dalam kelompok.

Pegang tas dan barang-barang berharga lainnya.

Jangan pernah menumpang mobil orang tak dikenal

Jika membawa ponsel, pastikan ponsel menyala dan data aktif, sehingga apabila hilang akan mudah dilacak.

Tinggalkan barang-barang berharga di rumah jika Anda tidak perlu membawanya. Seperti barang elektronik, dan paspor.

Transportasi umum dapat diandalkan dan banyak digunakan di Maroko, khususnya di daerah perkotaan. Sejumlah langkah keamanan telah dilaksanakan untuk memaksimalkan keselamatan pengguna angkutan umum, Namun para pelajar tetap harus berhati-hati ketika bepergian dengan transportasi umum:

Jaga barang baik-baik saat menaiki angkutan umum seperti bis atau trem.

Hindari bis umum yang banyak sekali penumpangnya, karena dengan berdesakan akan menimbulkan kesempatan bagi pelaku untuk mengambil barang berharga.

Hindari calo – calo yang tidak bertanggung jawab di sekitar terminal.

Apabila menggunakan taksi di Maroko :

Duduklah di mana pun anda merasa paling nyaman – normal bagi penumpang untuk duduk di depan dan belakang taksi.

Beritahu sopir taksi rute yang anda inginkan untuk ke tujuan, dan jangan takut untuk berbicara jika sopir membawa Anda ke rute yang berbeda, terutama yang anda tidak terbiasa.

Dan perlu diketahui juga bagi para pelajar, agar selalu menaati dan mematuhi peraturan – peraturan untuk tinggal di negeri seribu benteng ini, termasuk salah satunya adalah pembuatan kartu tanda tinggal (KTP) di Maroko, maka wajib bagi para pelajar untuk melaporkan data diri dan mengurusnya di kantor kepolisian masing – masing kota, sehingga jika pada suatu saat para mahasiswa mengalami suatu masalah maka akan diproses sebagaimana layaknya orang Maroko, tetapi jika pelajar tidak mempunyai kartu tinggal di Maroko maka kemungkinan akan diberlakukan seperti penduduk ilegal.

  • Kesimpulan

Walaupun Maroko dengan sistem keamanan yang stabil dan keadaaan nyaman akan mendukung para pelajar Indonesia untuk menjangkau kegiatan belajarnya selama di negeri seribu benteng ini, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa para pelajar harus selalu mawas diri terhadap hal – hal yang dapat membahayakan bagi mereka, apalagi berada di tempat yang jauh dari tanah air Indonesia.

Oleh: Ahmad Sri Bintang


[1] www.kompasiana.com/popi/maroko-salah-satu-contoh-terbaik-negara-muslim

[2] www.rmol.co/read/2015/05/19/203262/Maroko-Jadi-Negara-Favorit-Pelajar-Indonesia-untuk-Perdalam-Ilmu-Agama

[3] rerenie.wordpress.com/2013/04/12/konflik-antara-kerajaan-maroko-dan-republik-demokratik-arab-sahrawi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *